getting time...

Di Purworejo, Babeh Habisi Irawan dengan Tali

Kamis, 21 Januari 2010 19:49 wib
Babeh.(foto:dok SI)
Babeh.(foto:dok SI)

PURWOREJO - Bayquni alias babeh tersangka pelaku sodomi dan mutilasi anak jalanan, dibawa ke Purworejo Jawa Tengah oleh penyidik dari Polda Metro Jaya.

Untuk menunjukkan lokasi korban lainnya, Babeh mengaku pernah membunuh korbannya bernama Irawan Imran (12) yang disodomi dan dibunuh dengan cara mutilasi pada tahun 1999 silam di area persawahan.

Babeh, Kamis siang, dibawa ke Desa Grantung Kecamatan Bayan Purworejo Jawa Tengah. Babeh tiba di TKP pukul 14.00 dengan dikawal satuan Jatanras Polda Metro Jaya dan satuan Reskrim Polres Purworejo.

Proses rekonstruksi berjalan sangat lancar disaksikan ratusan warga yang ingin melihat proses rekonstruksi dari dekat. Meskipun kejadian pembunuhan sudah berselang 12 tahun, namun Babeh tampaknya masih sangat ingat di mana lokasi saat menyodomi dan membunuh korban.

Lokasi pembunuhan di areal persawahan, Babeh menunjukan cara menghabisi korban bernama Irawan Imran (12) yang dikenal oleh Babeh saat bertemu di Pulogadung Jakarta dan dibawa ke Purworejo.

Awalnya korban diajak ngobrol di areal sawah yang berada dekat tower listrik tegangan tinggi. Puas mengobrol, Babeh kemudian menyodomi korban setelah korban dibunuh dengan cara dijerat tali.

Babeh kemudian membopong korban ke sebuah lokasi yang berjarak 15 meter dari lokasi pembunuhan. Kepala korban kemudian dipotong menggunakan pisau dan kemudian dimasukkan ke dalam plastik untuk dibawanya ke Jakarta.

Babeh kemudian pergi ke Jakarta dengan menaiki Bus Sumber Alam. Kepala korban dibuang di Jakarta, sementara tubuh korban ditemukan warga dan dioutopsi di Rumah Sakit Sarjito Yogyakarta.

“Saya puas setelah menyodomi, saya tidak tertarik dengan perempuan,” katanya.

Babeh ternyata juga sempat tinggal di Grantung selama dua tahun sekira tahun 1979 dan bekerja menjadi pembuat tahu di rumah Bandiyah. Menurut Bandiyah, saat itu Babeh memang sudah menunjukan tanda-tanda kelainan salah satunya suka mencium anak kecil.Babeh juga memiliki emosi tinggi dan cepat marah jika teman laki-lakinya diajak ngobrol Bandiyah.

Usai melakukan rekonstruksi, Babeh kemudian dibawa ke Mapolres Purworejo untuk dimintai keterangan lebih lanjut seputar korban yang dibunuhnya.
(Hari Wicaksono/TPI/fit)

  • chouy » 0 Tanggapan
    wah, busyet nge bunuh anak n mutilasi sampe segt byk n sampe belsan taon br terungkap skrg...pake lagi potongan kepala dpindah2 getoh, apa mgk s BAbeh ini belajar ilmu2 y? pasti g murni gara2 mslh sodomi doank neh kyk e..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • RhiNi » 0 Tanggapan
    Hukuman yang setimpal buat babeh mutilasi aja,,,biar ngerasain gimana sakitnya dimutilasi
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ekiruyuk » 0 Tanggapan
    manusia biadab seperti si babeh ini layak untuk di bunuh secara perlahan lahan,biar bisa merasakan sakit dan pedihnya mati dibunuh orang.terkutuk kau.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.