getting time...

Kapasitas LNG Jabar Pertamina Serap 80%

Andina Meryani - Okezone
Jum'at, 22 Januari 2010 08:17 wib
Gedung PLN. Foto: Ade/okezone.com
Gedung PLN. Foto: Ade/okezone.com

JAKARTA - PT PLN (persero) memperoleh kepastian untuk menyerap sekira 400 mmscfd gas atau mencapai 80 persen dari 500 mmscfd kapasitas di LNG Floating Receiving Terminal di Jawa Barat yang akan segera dibangun oleh PT Pertamina (persero) dan PT PGN (persero) Tbk. Sementara itu sisanya akan diserap oleh PGN untuk memenuhi kebutuhan gas industri.

"Ibu Karen (Dirut Pertamina) sudah ngomong sama saya, dia akan bangun 500 mmscfd dan 400 mmscfd  itu untuk pasti untuk PLN dan sisanya 100 mmscfd itu kan untuk PGN," ujar Direktur Utama PT PLN (persero) seusai RUPS PT PLN (persero) di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (21/1/2010).

Dengan adanya pasokan gas tersebut, diharapkan PLN akan mampu menghemat sekira Rp15 triliun karena telah mengganti penggunaan BBM menjadi gas.

Sebelumnya, seusai rapat mengenai LNG Floating Receiving terminal di Kantor Wakil Presiden awal pekan ini, PT Pertamina (persero) dan PT PGN (persero), Tbk. telah menyepakati pembagian saham (share) untuk pembangunan LNG Floating Receiving Terminal di Jawa Barat sebesar 60 persen - 40 persen.

"60:40, PGN 40 persen," ujar Direktur Utama PGN Hendi Priyosantoso.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (persero) Karen Agustiawan menyatakan bahwa Pertamina menyiapkan dana sekira USD200 juta untuk pembangunan LNG Floating Receiving Terminal tersebut.

Dia pun mengakui bahwa Pertamina juga akan membangun LNG Floating Receiving Terminal sendiri di Jawa Timur dengan biaya yang hampir sama yaitu sekira USD200 juta.

Adapun kapasitas untuk masing-masing LNG receiving terminal tersebut adalah 500 mmscfd. "Biayanya 200-an, 200-an lah masing-masing," ungkapnya terburu-buru.

Meskipun belum dibangun, namun dia optimis pembangunan akan selesai pada kuartal IV-2011 tepatnya di bulan September. "Selesai September 2011," tandas Karen.

(css)