Sulit Jangkau Haiti, Sukarelawan Indonesia 'Balik Kanan'

Jum'at, 22 Januari 2010 11:14 wib
Sejumlah warga mencari korban di reruntuhan bangunan
Sejumlah warga mencari korban di reruntuhan bangunan

JAKARTA - Tim kemanusiaan Indonesia untuk gempa bumi di Haiti, Amerika Tengah akhirnya 'balik kanan' alias kembali pulang ke Indonesia meski belum bertugas. Sukarelawan akhirnya dipaksa menyerah dengan kondisi alam yang sulit dijangkau.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah dalam keterangan persnya di Kantor Deplu, Jakarta, Jumat (22/1/2010) mengatakan tim sukarelawan yang terdiri dari 29 orang hanya bisa mendarat di bandara di Republik Dominika.

"Akibat rusaknya infrastuktur jalan, tim kemanusiaan akhirnya kembali pulang," kata Teuku.

Tim sukarelawan sendiri sudah kembali terbang ke Indonesia kemarin dan akan kembali mendarat di Indonesia besok, Sabtu (23/1). Sementara bantuan obat-obatan diserahkan ke badan PBB World Food Program (WFO) untuk disalurkan ke korban gempa melalui jalur darat.

Sukarelawan Indonesia diberangkatkan pada 18 Januari lalu. Sedianya, tim akan mendarat di Port au Prince, Haiti, namun batal lantaran kondisinya mengalami kerusakan. Tim ini dipimpin dokter R Suhartono dengan membawa 29 anggota yang terdiri dari sukarelawan Departemen Kesehatan, RS PMI Bogor, dan dokter TNI.

Indonesia juga menyertakan bantuan kemanusiaan berupa 3 ton obat-obatan dengan perlengkapan kesehatan, lima ton makanan pendamping ASI dan menyiapkan satu rumah sakit lapangan. (frd)
(Anang Purwanto/Trijaya/hri)

  • Juwana » 0 Tanggapan
    team penyelamat kok mentalnya tempe...........justru yang sulit dijangkau itulah yang harus diutamakan, kalau yang gampang2 ya bisa ditolong oleh penduduk sekitarnya kan !!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.