Prediksi Gempa Sumatera Dibenarkan Ahli dari Jepang

Rus Akbar - Okezone
Jum'at, 22 Januari 2010 15:50 wib

PADANG - Ahli gempa dari Jepang, Goto Yozo membenarkan prediksi gempa yang akan terjadi di Sumatera. Prediksi ini sempat ramai dibicarakan pascagempa di Sumatera Barat akhir tahun lalu.

Menurutnya, gempa akan lebih besar dibanding gempa di Padang dan kemungkinan besar akan terjadi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Dikatakan Goto, prediksi ini berdasarkan hasil penelitian timnya. Hal ini disampaikan dalam acara seminar bersama dengan Pemerintah Kota Padang yang diikuti camat se-Kota Padang, Jumat (22/1/2010).

“Gempa di celah Mentawai akan terjadi. Dari hasil penelitian kami, intensitasnya akan sering dan lebih besar. Waktu getar lamanya akan lebih panjang termasuk durasinya,” jelas Goto.

Namun Goto mengimbau agar warga tidak panik dengan prediksi ini. “Yang terpenting adalah siaga,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, gempa ini kemungkinan disertai tsunami.

Sebelumnya, ramai isu akan terjadi gempa bumi. Isu ini muncul setelah adanya peringatan dari para pakar gempa Eropa bahwa gempa berskala besar akan terjadi di Sumatera.

Peringatan tersebut ditulis melalui surat yang dikirimkan ke jurnal terkemuka Nature Geoscience. Para ilmuwan itu dipimpin John McCloskey, seorang profesor Institut Penelitian Ilmu Lingkungan dari Universita Ulster, Irlandia Utara.

Para ahli menyebut, bahaya gempa datang dari bertambahnya tekanan terus-menerus selama dua abad di bagian patahan Sunda. Patahan Sunda merupakan salah satu zona gempa paling berbahaya di dunia yang membentang sepanjang perairan Sumatera bagian barat. Termasuk bagian itu adalah Kepulauan Mentawai yang berada "di ambang kerusakan".(lsi)

(mbs)

  • Khibo » 0 Tanggapan
    Sulit mempertemukan dua pendapat orang yg berbeda ilmu dan sudut pandangan, apalagi mempertemukan orang ilmiah dg awam, orang non education dengan orang bermemori 1/4 giga. Ahli memberitahukan prediksi berdasarkan keilmuan, sebaiknya diterima sebagai informasi agar tingkat kewaspadaan kita menghadapi bencana lebih baik. Jangan dicampur aduk dengan keimanan, sebab lain persepsinya. Kita iman dengan kekuasaan tuhan, tapi kita juga harus ingat, tuhan juga menyuruh kita untuk menyelamatkan diri dari bencana. Perlu sdr sdr ketahui, alam ini perproses dan mengalami penyesuaian, dari peoses tersebut akan muncul perubahan, dan biasanya proses ini menelan korban. Nah agar sudara jangan jadi korban atas ketidaktahuan saudara, tidak ada salahnya akli2 itu memberikan pemberitahuan. Toh. Jangan berotak picik dong.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Anto » 0 Tanggapan
    Setelah berikhtiar maka serahkan segala urusan kpd Alloh semata. Tawaqal. Byk istighfar, byk beramal sholeh. krn klo lah tertulis sesuatu akan menimpa kita/ketetapan dariNya maka tdk akan ada yg mampu menahannya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Bagindo Arrahman » 0 Tanggapan
    Jangan marah-marah Uda dan Uni. Saya sebagai orang awam berbicara.Klo dahulu saya membicarakan prediksi gempa pada tahun 2005 saat wisuda Akademi Meteorologi dan Geofisika/AMG untuk tahun 2008 dan tahun 2010 yang ada saya ditertawakan klo ilmu prediksi gempa belum ada.Nah...sampai-sampai dibilang aku gila.(Sabar) tapi setelah terjadi pada malu semua. Sekarang saya angkat bicara dengan kode tahun (2014-2017) Salam Krakatau
    Beri Tanggapan Laporkan
  • √antek » 0 Tanggapan
    betul .........para ahli sialan smuanya.... bisanya cman prediksi ..anjink kau,bikin panik
    Beri Tanggapan Laporkan
  • suiqbal » 0 Tanggapan
    ya allah mudah2 an tdk terjadi
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.