SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus melakukan pembenahan dan pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jawa Tengah Kris Nugroho menyatakan, proses pengembangan bandara tersebut akan dimulai awal tahun ini. Sejumlah tahapan prosedur penataan bandara tengah dilakukan.
“Kami harapkan,semua proses dan izin pengembangan bandara segera turun. Kami juga melakukan koordinasi dengan PT Angkasa Pura atau TNI AD,” tandas Kris. Untuk tahap awal, Pemprov Jateng telah mengucurkan dana sebesar Rp29 miliar.
Menurut Kris, dana tersebut akan difokuskan untuk proses pengembangan bandara ke arah utara. “Di antaranya, untuk kegiatan pengurugan di area paralel taxi, pembenahan instrumen navigasi, serta pembuatan gorong-gorong,” paparnya.
Selanjutnya, pembenahan bandara di bagian selatan sehingga kondisi bandara akan terlihat lebih luas dan lengkap sesuai dengan status bandara internasional. Meski kualitas landasan pacu (runway) telah memadai, dengan pavement classification number (PCN) 44,namun pihaknya terus berupaya melakukan penyempurnaan dengan meningkatkan kekuatan landasan pacu,yakni memasang sampai PCN 55.
“Dengan begitu, pesawat berbadan besar, seperti airbus dapat mendarat di Bandara Ahmad Yani,” tandasnya. Dalam kesempatan itu, Kris juga membantah terkait wacana pemindahan bandara ke dari Semarang ke Demak dan Kendal.Menurut dia, sejauh ini Pemprov Jateng tak berencana memindahkan bandara. Seperti diketahui, belakangan ini beredar isu Pemprov Jateng berencana memindahkan bandara ke daerah lain menyusul semakin padatnya Kota Semarang.
Letak bandara di tengah kota juga menjadi alasan kuat wacana pemindahan tersebut. Gubernur Jateng Bibit Waluyo memastikan tak ada pemindahan bandara ke daerah lain, meski wacana yang beredar begitu kuat. “Kita yang riil-riil saja.
Butuh diskusi yang panjang dan bisa berkepanjangan kalau bandara tersebut dipindah,” ungkap Bibit kemarin. Selama ini, kata dia, Pemprov Jateng sudah berinvestasi begitu besar untuk pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani yang berlokasi di Semarang.
Dengan demikian, perlu dana besar untuk relokasi tersebut.“Bahkan, Gubernur Jateng sebelumnya berencana melakukan pemindahan terminal penumpang.Kami akan terus lanjutkan upaya perbaikan dan pengembangan itu,”paparnya. Bibit mengaku,sejauh ini pembangunan infrastruktur transportasi memang menjadi perhatian Pemprov Jateng.
Selain perbaikan dan pengembangan bandara, pihaknya juga tengah melakukan pembangunan jalan Tol Semarang- Solo.“Jalur tol itu ditargetkan selesai 2012 mendatang.” Menurut dia,langkah tersebut dilakukan semata- mata untuk menyejahterakan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Jateng. Anggota Komisi D DPRD Jateng Kamal Fauzi justru mendukung pemindahan Bandara Ahmad Yani ke Kendal maupun ke Demak.
“Langkah ini juga bisa sekaligus bisa memperlebar wilayah perkotaan. Dengan begitu, juga terjadi pengembangan kawasan,” ujarnya.Dia juga yakin,pemindahan bandara akan meningkatkan investasi di daerah lain di Jateng menyusul akses semua jalur mudah terjangkau.
Bisa jadi, para investor juga tertarik di daerah lain, selain Semarang. Untuk itu, ada pemerataan investasi. Namun demikian, Kamal menghargai sikap Bibit yang akan tetap mempertahankan keberadaan bandara di Semarang. Bisa jadi, orang nomor satu di Jateng tersebut memiliki hitung-hitungan lain.
“Namun saya menilai, akan lebih baik bandara itu dipindah. Sebab, selama ini sudah banyak masalah di bandara itu dan masalah tersebut terus terjadi,” tandasnya.
(Koran SI/Koran SI/teb)