BOJONEGORO - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tuban sejak kemarin malam membawa petaka. Puluhan rumah di empat desa Kecamatan Soko, rusak setelah dihantam angin puting beliung.
Rumah rusak berada di Desa Pandan Wangi, Sokosari, Rahayu, dan Desa Bangunrejo. Selain merusak puluhan rumah, angin juga menumbangkan pohon-pohon di kecamatan itu.
Angin juga membuat ribuan ayam milik warga Desa Pandanwangi mati mendadak tertimpa bangunan kandang. “Semua ayam mati karena bangunan roboh,” kata Ali, warga setempat, Minggu (24/1/2010).
Hingga hari ini, warga yang rumahnya mengalami kerusakan masih melakukan gotong royong memperbaiki kerusakan bangunan. Kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.
Sementara itu angin puting beliung juga menerjang Kabupaten Bojonegoro. Akibatnya, dua rumah di Desa Mulyoagung, Kecamatan kota rusak parah. Tak hanya itu, sebuah tower pemancar TV lokal di Bojonegoro yang terletak di Mulyoagung juga ikut roboh.
“Dua rumah rusak parah, sedangkan lainya hanya rusak ringan di bagian atap,” terang Agus, warga setempat.
Di Bojonegoro, hujan mulai turun pukul 17.30 WIB. Hujan disertai angin hanya berlangsung sekitar sekira satu jam. Namun jalanan kota tergenang air setinggi 30 centimeter. Bahkan, dalam musibah itu, salah satu warga terpaksa mendapatkan perawatan di RSUD lantaran kaki dan tangannya retak.
Korban adalah Samiyati, warga RT15/RW4 Desa Mulyoagung. Saat itu, korban terpeleset ketika lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri karena khawatir anging bertiup sangat kencang. Beruntung korban hanya rawat jalan.
Sementara itu, selain dihantui hujan disertai angin, warga sekitar sungai Bengawan Solo juga harus mewaspadai meluapnya Sungai Bengawan Solo. Saat ini ketinggian air sungai mulai naik. Meski masih jauh dari ambang batas Siaga I banjir bengawan.
“Ketinggian masih normal di bawah ancaman banjir,” kata Hariyono, salah satu pegawai di Balai Pengendalian Sumberdaya Air Bengawan Solo (BPSDA) di Bojonegoro.
Data yang ada menyebutkan, ketinggian air di Karang Nongko, Kecamatan Ngraho, menyebutkan mulai turun. Pada pukul 06.00 WIB ketinggian mencapai 25.25 di atas permukaan laut (dpl). Ketinggian menurun pada pukul 09.00 WIB menjadi 25.23 dpl, dan turun lagi pukul 12.00 WIB menjadi 25.18 dpl.
(Nanang Fahrudin/Koran SI/ton)