JAKARTA - Relokasi perumahan korban bencana alam di Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, dinilai harus segera dilakukan, mengingat struktur tanah di lokasi tersebut rawan longsor.
Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding menegaskan hal itu ketika melakukan kunjungannya ke lokasi pengungsian korban bencana di Balai Desa Tieng Kecamatan Kejajar Wonosobo. Dia didampingi Pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutrisno, Beckri Beck, dan Bupati Wonosobo serta beberapa pejabat sipil dan militer.
“Saya mengharapkan, para penduduk tabah dan ikhlas menerima cobaan ini. Yang tidak kalah penting adalah para penduduk harus ikhlas apabila ada upaya pemerintah untuk merelokasi tempat tinggal ke lokasi yang lebih baik dan aman,” kata Abdul Kadir di Jakarta, Senin (25/1/2010).
Menurut dia, tidak ada seorang pun yang menginginkan meninggalkan
rumah atau kampung halamannya, tetapi ini demi keamanan dan keselamatan bersama. Sebab lokasi di dataran tinggi Dieng ini memang diprediksi BMG rawan terhadap bencana longsor.
Kadir menambahkan, penduduk setempat tidak perlu khawatir terhadap mata
pencaharian yang sebagian mereka adalah petani. Penduduk bisa tetap bertani
di lokasi yang subur, tetapi tempat tinggalnya mencari lokasi yang aman.
“Saya bersama pejabat BNPB segera akan melakukan relokasi dibantu Bupati dan juga Pemerintah Provinsi. Jangan sampai terjadi bencana lagi yang kemudian memakan korban bagi keluarga kita. Kami mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya dan mendoakan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Tahap pertama penanganan bencana yaitu tanggap darurat akan segera diselesaikan. Setelah itu, pemerintah akan menyiapkan tahapan recovery dengan menempatkan para penduduk ke kontrakan atau kos-kosan bagi para korban. Langkah berikutnya adalah menyiapkan lokasi untuk relokasi perumahan penduduk yang kena bencana.
“Anggaran telah kita siapkan. DPR akan secepatnya mendorong pemerintah untuk merealisasikan anggaran untuk relokasi dan recovery,” katanya.
(Sukmo Wibowo/Trijaya/ded)