SLEMAN – Hingga pertengahan bulan Januari 2010 ini, sebanyak empat unggas di wilayah Kabupaten Sleman Yogyakarta, mati positif terserang Avian Influenza (AI). Keempatnya berada di kecamatan Turi.
Kepala bidang peternakan dinas pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir Suwandi Azis menyatakan, dari 17 kecamatan yang ada di Sleman, kecamatan Turi memang paling endemis AI.
“Tidak tahu ya, dari dulu kasus di Turi paling banyak. Kecamatan Turi itu tingkat kematian unggas akibat AI tinggi jika dibandingkan dengan kecamatan lain yang ada di Sleman,” terang Azis Senin (24 Januari 2010).
Menurut Azis, kemungkinan tingginya angka kematian unggas akibat AI di Turi karena lalu lintas ternak di kecamatan Turi tinggi, baik dari DIY ke Jawa Tengah maupun sebaliknya.
Aziz juga menyatakan selama tahun 2009 lalu, kasus unggas mati akibat AI di Sleman mencapai 1.129 ekor.
Untuk persediaan vaksin, Azis menyatakan untuk tahun ini tidak ada pengadaan vaksin, namun pihaknya masih mempunyai sisa dari tahun kemarin sebanyak 59.500 dosis vaksin. Dan vaksin tersebut telah teralokasikan sebanyak 31.500 dosis untuk 4 poskeswan.
Aziz menambahkan saat ini pihaknya masih rutin melakukan sosialisasi AI. Pada awal tahun ini, Azis mengaku telah melakukan sosialisasi kepada 132 orang di empat kecamatan di Sleman yakni kecamatan Berbah, Kalasan, Ngemplak, dan Gamping.
Kepada masyarakat, Azis berpesan agar mereka menjaga stamina unggasnya. Karena musim seperti ini, stamina hewan naik turun karena perbedaan suhu dari yang tadinya panas ke dingin. Pemberian pakan yang bagus menurut Azis bisa menjaga meningkatkan stamina unggas.
(Sita Maharani/Trijaya/fit)