JAKARTA - Perburuan terhadap para pelaku penembakan bus PT Freeport di Papua masih terus dilakukan. Guna mengoptimalkan hasil, polisi kini menggunakan anjing pelacak.
“Kita memanfaatkan anjing pelacak yang ada di sana (Papua),” ujar Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishaq di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (25/1/2010).
Selain mengandalkan para anggotanya, Polri juga bekerjasama dengan para prajurit TNI untuk menangkap para pelaku penembakan yang mengakibatkan tujuh orang terluka itu. “Sementara ini yang kita lakukan,” ujarnya.
Sulistyo menyebutkan, dua anggota Polri yang terkena tembakan yaitu Bripda Budi Santoso dan Bripda Asep Supriyadi sudah di rujuk ke RS Kramatjati Jakarta. Sementara warga negara Amerika Serikat James Lochart dirujuk ke salah satu RS Singapura. “Untuk anggota polisi lain dirawat di Papua,” tandasnya.
Seperti diketahui, aksi penembakan kembali terjadi di areal PT Freeport Tembagapura Papua, pada Minggu, 24 Januari 2010, tepatnya di mile 61.
Dua bus dan empat kendaraan LWB milik PT Freeport yang bergerak dari Mile 66 tujuan Kuala Kencana ditembaki orang tak dikenal. Akibatnya, tujuh penumpang kendaraan terluka.
(ful)