getting time...

Tanpa Label SNI

Peralatan Elektronik China Akan Disita

Carolina - Okezone
Selasa, 26 Januari 2010 16:17 wib

TANGERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan akan menyita peralatan elektronik asal China yang tidak memiliki kartu garansi berbahasa Indonesia, suku cadang, dan tidak berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI).  
"Disinyalir barang-barang elektronik yang tidak berlabel SNI atau tidak sesuai dengan ketentuan marak diperjualbelikan di pusat perbelanjaan di Tangerang Selatan. Dan kami masih lakukan inventarisir jenisnya," terang Kepala Seksi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan H Ferry Payacun saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, (26/1/2010).
 
Menurut dia, kebanyakan barang-barang elektronik tersebut berasal dari negara China. Terlebih dengan adanya perdagangan bebas, jumlahnya semakin membanjiri pasaran. Jika tidak ada penindakan tegas maka akan membahayakan produk Indonesia.
 
"Yang asli Indonesia saja harus berlabel SNI, apalagi yang produk impor. Mereka harus mematuhi aturan yang ada," tegas Ferry.
 
Ferry menerangkan, proses penindakan akan dilakukan pada bulan Febuari nanti. Namun dia tidak menjelaskan sasaran pusat perbelanjaan yang akan menjadi pusat perhatian barang-barang elektronik yang tidak berlabel SNI.
 
Dia hanya menjelaskan mekanisme sebelum barang-barang tersebut disita. "Kami akan beri peringatan terlebih dulu, dan jika tetap membandel maka barang-barang yang tidak berlabel SNI itu akan disita oleh pihak berwenang," ungkapnya.
 
Untuk melakukan penyitaan, Ferry mengatakan pihaknya bekerja sama dengan kepolisian dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Provinsi Banten. "Jujur saja kami belum memiliki petugas PPNS, jadi kami berkoordinasi dengan Pemprov Banten," pungkasnya.

(ram)

  • nurhadi » 0 Tanggapan
    Label SNI........? apa yakin akan tidak ada label SNI Aspal...., jangan2 ini menjadi ladang baru untuk .....PAD (bikin SNI ASPAL)
    Beri Tanggapan Laporkan
  • alvin » 0 Tanggapan
    serba sulit juga bila nanti bertindaknya setengah-setengah, malah akan jadi dimanfaatkan oleh oknum saja, lagi pula masih banyak masyarakat yg butuh barang produk cina yang murah dan tidak semua tidak bagus/baik, yang jelas harganya terjangkau, yang penting pemerintah dukung segala sektor industri dalam negeri agar bisa hasilkan produk yang berkwalitas dan harga yang lebih rendah dari produk impor dari negara cina, why not?, hapus segala pungutan yang gak resmi dan tidak jelas, terutama birokrasi yang dibuat merumitkan pengusaha. terimakasih
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.