JAKARTA - Kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia masih memprihatikankan karena tidak layak huni. Selain sudah over kapasitas sehingga membuat sulit bagi penghuninya untuk sekadar jongkok, paradigma yang diterapkan juga masih keliru akibat fungsi lapas tidak jauh beda dengan penjara.
Hal ini mendapat kritikan dari Sosiolog Imam Prasojo dalam talkshow bertajuk 'Wajah Lembaga Pemasyarakatan Indonesia, Sudah Layak kah?" di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (26/1/2010).
"Saya bertemu dengan teman-teman di lapas. Ada kesalahan paradigma, ditakuti oleh narapidana itu berbeda dengan dihormati," ungkap Imam.
Karena paradigma ditakuti itu lebih dominan, maka sering kali narapidana berbuat sesuatu yang seolah-olah seperti "dosen killer". "Padahal yang harus diperbuat itu dihormati," terang dia.
Imam juga mengomentari rencana Kementerian Hukum dan HAM yang akan mengalokasikan dana sebesar Rp1 triliun untuk membangun 30 lapas baru. "Duit SBY Rp1 trilun itu akan dijadikan penjara, bukan lembaga pemasyarakatan," ujarnya.
Pasalnya, sebagai perbandingan pada Waktu zaman Belanda kondisi Lapas Sukamiskin saat itu jauh lebih manusiawi daripada maksimum sekuriti di Lapas Cipinang saat ini.
(ram)