getting time...

Jalur Roda Dua Suramadu Ditutup

Selasa, 26 Januari 2010 23:05 wib
Jalur roda dua di Suramadu (foto: Subairi)
Jalur roda dua di Suramadu (foto: Subairi)

BANGKALAN – Untuk kesekian kalinya, jalur roda dua Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) yang ada di sisi barat kembali ditutup. Langkah penutupan jalur menuju Pulau Madura tersebut, dikarenakan adanya perbaikan rutin dan pemasangan kabel listrik bertegangan tinggi.  
Untuk sementara, kendaraan roda dua dialihkan menjadi satu dengan jalur roda empat, ditempatkan di lajur sisi kiri. Adanya pengalihan arus tersebut, dipastikan tidak akan mengalami kendala karena sudah diberi tanda atau rambu, termasuk pembatas yang terpasang di sepanjang Jembatan Suramadu.
 
“Penutupan jalur roda dua bersifat sementara, paling tidak sampai pertengahan bulan depan. Itu dikarenakan adanya aktivitas pemasangan kabel PLN tegangan tinggi,” ujar Kasubag Manajemen Lalu Lintas PT Jasa Marga Surabaya-Gempol Ade Kusuwan, Selasa, (26/1/2010).
 
Ade menjelaskan, aktivitas pemasangan kabel PLN sendiri diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama. Soalnya, listrik yang akan dipasok untuk kebutuhan Pulau Madura mencapai sekitar 400 megawatt, dengan pemasangan melintas di Jembatan Suramadu sepanjang 5,4 Km.
 
Ditanya butuh waktu berapa lama? Ade menyatakan, diperkirakan penutupan jalur roda dua akan berlangsung hingga tanggal 20 Februari mendatang. Itu disebabkan oleh pemasangan kabel yang berukuran besar, dengan melibatkan puluhan pekerja dari pihak PLN.
 
“Itupun kalau tidak ada kendala lain, seperti cuaca sekitar. Mudah-mudahan semua berjalan lancar, sehingga jalur roda dua bisa kembali normal,” terangnya.
 
Ade memastikan kalau adanya penutupan jalur roda dua, tidak menjadi kendala berarti bagi pengguna jasa Jembatan Suramadu. Dia mengaku sudah menyiapkan jalur pengalihan secara khusus, dengan standar keamaanan dan kenyamanan yang memenuhi syarat.
 
“Meski dijadikan satu dengan jalur roda empat, saya kira tidak ada masalah karena sudah dilengkapi tali pembatas,” tambahnya.
 
Sementara itu, anggota komisi C DPRD Bangkalan, Mahmudi menyatakan rencana pemasangan kabel listrik tersebut sudah diketahui oleh pihak dewan, dan dipaparkan oleh perwakilan PLN saat hearing beberapa waktu lalu. Dia berharap, pekerjaan bisa dilaksanakan semaksimal mungkin, sehingga pelayanan kembali berjalan normal.
 
“Kalau dilihat dari kabel yang akan dipasang cukup besar, sangat masuk akal kalau butuh waktu lama. Cuma, kami meminta untuk bisa dipercepat,” ujarnya.

(Subairi/Koran SI/ram)

  • junaidisalat » 0 Tanggapan
    semua orang heboh dengan adanya dan dibangunnya suramadu, memang dengan adanya suramadu semua akses jadi lancar, maksimal dan baik, tetapi apakah semua pihak melihat atau merespon terhadap yg lainnya, seperti contoh pelabuhan penyebrangan perak - kamal, memang semua pasti ada dampaknya apakah yag baik atau yg buruk, saya melihat dan merakan sendiri ternyata keberadaan suramadu memberi dampak yg kurang baik untuk pelabuhan penyebrangan perak - kamal, mengapa? pelabuhan tersebut menjadi pelabuhan yg mati, sepi penumpangnya, yg dulunya pelabuhan tersebut terkenal dengan paling ramai penumpangnya, tapi sekarang menjadi sepi dan tidak ramai lagi, sehingga dampak lainnya para pekerja kapal banyak yg dipindak ketempat lain, para pedagang banyak yg tutup warung dan tokonya, para pak sopir juga kebingungan mau mencari penumpang dari mana lagi, karna penumpangnya sudah tidak ada lagi dan mereka banyak lewat suramadu dengan ikut taksi atau angkutan umum berplat nomor hitam yg mana mobil berplat nomor hitam yg punya para pejabat dan penjahat penumpang, sungguh kasihan sekali pelabuhan perak - kamal kasihan nasibmu yg dulunya ramai tapi sekarang sepi bagaikan pelabuhan mati dan tidak bergairah, tetapi sekarang para pejabat dan aparatur daerah pun juga tidak ada lagi yg mau melihat dan memperhatikan ataupun mencari solusi dari hal tersebut seakan- akan diam dan tutp mata dan telinga rapat-rapat, sebetulnya mereka beliau-beliau yg terhormat apakah sudah tidak ada lagi perasaan dan penglihatannya sehingga terjadi yg demikian, sedih dan sedih sekali mengapa terjadi seperti ini di jaman yg modern kemajuan dimana-mana, sampai kapan solusi terbaik akan segera muncul, sampai kapan para pejabat yg terkait akan bergerak hatinya untuk mencari solusi terbaik, terus siapa nanti yg akan berpikir tentang hal ini, seharusnya walaupun ada dan dibangun suramadu pelabuhan perak-kamal pun tetap ada dan hidup aktifitas semuanya berjalan kalau ada ketegasan dari pihak pengelola dan penanggung jawab dari suramadu, kalaua solusi dari saya sebaiknya untuk kendaraan roda dua mereka harus lewat pelabuhan perak-kamal dan begitu pula penumpang-penumpangnya tidak boleh ada taksi gelab berplat nomor hitam yg mengangkut penumpang untuk dan akan ke madura ataupun ke surabaya, semoga ada yg mau mendengar, membaca dan menyimak serta mau memikirkan apa yg saya pikirkan ini, saya tidak ada niatan dan maksud yg lainnya kecuali hanya untuk mencari solusi terbaik, tidak ada pamrih dan maksud apa-apa, semoga niat baik saya dan anda yg membaca dan menyimaknya mendapat rahmad dan ridho dari Allah S.W.T, amin.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.