getting time...

Atasi Disparitas, Pemerintah Redistribusi Guru

Insaf Albert Tarigan - Okezone
Rabu, 27 Januari 2010 18:01 wib

JAKARTA - Pemerintah akan meredistribusi guru SD hingga SMA untuk mengatasi disparitas jumlah guru antar daerah di Seluruh Indonesia.  
Melalui program ini diharapkan tidak ada lagi daerah yang surplus guru sementara daerah lainnya mengalami kekurangan.
 
Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengatakan, saat ini lembaganya tengah mengkaji secara komprehensif. Diharapkan kebijakan itu dapat diimplementasikan pada awal tahun ajaran baru Juli 2010.
 
Nuh mengatakan, pemerintah pusat hanya akan bertindak sebagai pengarah karena basis pelaksanaan kebijakan tersebut ada di kabupaten/kota. Karena itu, pengaturan teknisnya pun akan dilakukan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri dengan terlebih dulu mendengar masukan para bupati dan gubernur.
 
Dia menambahkan, secara general rasio perbandingan siswa dengan guru di Indonesia sudah tergolong baik. Untuk tingkat SD rasionya sebesar 20,29 persen sedangkan untuk tingkat SMP sebesar 14,23 persen.
 
"Persoalannya distribusi guru di tempat tertentu surplus di tempat lain kurang," ujarnya dalam konferensi pers usai menemui Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (27/1/2010).
 
Turut hadir dalam pertemuan itu Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, Menteri Agama Suryadharma Ali dan Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana.
 
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga menyepakati untuk membentuk komite informal sebagai wadah komunikasi para menteri terkait penyelesaian persolan di dunia pendidikan.
 
Di antaranya peningkatan partisipasi murni sekolah untuk tingkat SD yang saat ini baru 95,2 persen. Nuh mengatakan, pemerintah sangat serius menyikapi masalah tersebut karena pendidikan SD masih merupakan kategori wajib pendidikan 9 tahun.
 
Persoalan yang tak kalah penting adalah peningkatan kualitas guru. Sebab, saat ini jumlah guru yang berijazah S1 atau D4 hanya 24,6 persen. Salah satu cara yang akan ditempuh pemerintah, kata Nuh, adalah dengan meningkatkan persyaratan dalam penerimaan guru baru.
 
Untuk tahun ini saja, akan ada 115 ribu guru yang pensiun. "Peningkatan kualitas itu akan kita laksanakan dengan paralel. Mengisi slot yang baru dengan persyaratannya ditingkatkan dan guru yang ada juga harus ditingkatkan kompetensinya," ujarnya.

(ram)

  • Sugiarno » 0 Tanggapan
    Mungkin "Jakarta" lupa bahwa dedikasi, loyalitas, semangat pengabdian, dsb. tidak berbanding lurus dengan pendidikan /kompetensi ...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.