JAKARTA - Santriwati korban pemerkosaan di Tangerang mengaku sempat diiming-imingi gurunya ilmu gaib, dengan syarat bersedia ditiduri salah satu jin pimpinan pesantren.
Iming-iming itu sebenarnya sudah ditolak KHF (15) yang kini hamil lebih dari enam bulan. Namun, beberapa hari kemudian, tepatnya pada 19 Juli 2009 KHF dibuat tak sadar oleh KH, gurunya sendiri, saat berada di dapur rumah KH di Desa Suka Mulya, Cikupa, Kabupaten Tangerang.
“Saat bangun korban sudah berada di kamar pribadi pemimpin pesantren dengan kondisi tubuh lemas dan rasa sakit di bagian bawah tubuhnya,” ujar Uli Pangaribuan dari PBHI Jakarta menirukan pengakuan korban dalam rilisnya kepada okezone di Jakarta, rabu (27/1/2010).
Kasus pemerkosaan ini baru terungkap saat KHF ketahuan hamil enam bulan. Saat didesak pihak keluarga, akhirnya korban mengaku telah dihamili oleh gurunya sendiri. Keluarga korban sudah menawarkan inisiatif damai dengan meminta KH menikahi KHF.
Namun niat baik ini ditolak. Akhirnya korban didampingi keluarga melapor ke Polda Metro Jaya pada 11 Januari 2010. Namun hingga kini perkembangan kasus belum kunjung jelas.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.