SEMARANG - Kasus penipuan Intan Permatasari terhadap ratusan mahasiswa Illue Design College langsung ditanggapi oleh Dinas Pendidikan Nasional Kota Semarang. Yang mencengangkan ternyata izin Illue Design College telah berakhir.
"Izin dari Illue Design College berakhir sejak 5 Desember 2009," jelas Drs Sudjono, Kabid Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Diknas Kota Semarang, Rabu (27/1/2010).
Dikatakan olehnya bahwa Illue Design College sudah bermasalah sejak tahun 2009. Namun sejak itu mereka nekad tetap membuka pendaftaran mahasiswa baru.
Saat itu Diknas sudah berusaha mempertemukan kedua belah pihak yang berseteru. Tapi dari pertemuan itu belum mencapai kesepakatan. Sejak dinyatakan bermasalah Illue Design College berada dalam pengawasan, pantauan dan pembinaan Diknas.
"Saat ini Illue Design College dalam masa krisis," katanya. Ketika ditanya tentang kenapa Diknas mengeluarkan izin padahal pimpinan dan pengajarnya belum tamat kuliah, Sudjono tak bersedia menjelaskan.
Sementara itu bangunan kampus Illue Design College saat ini telah kosong. Bentuk bangunan lebih cocok sebagai rumah daripada kampus.Sangat luas dengan teras dan garasi. Pintu besi setinggi 2 meter nampak terkunci gembok.
Suasana lengang dan tak ada aktifitas begitu kentara di kampus yang beralamat Jalan Sriwijaya 53 Semarang itu.Suratno salah seorang tukang ojek yang selalu mangkal dekat kampus mengatakan bahwa sudah lama sekali kampus itu tutup.
"Awalnya memang banyak sekali yang sekolah di sini. Tapi sejak setahun yang lalu tutup. Katanya pindah ke Indraprasta," ujar Suratno. Sementara itu pemilik rumah kontrakan itu tak bisa ditemui.Tak seorangpun tahu di mana alamat pemilik rumah kontrakan itu.
Diberitakan sebelumnya, para mahasiswa Illue College Design melaporkan pimpinan kampusnya, Intan Permatasari warga Rejosari Semarang kepada pihak kepolisian.
Mereka mengaku tertipu karena perkuliahan tiba-tiba dihentikan secara sepihak padahal para mahasiswa sudah membayar uang kuliah.
Ari Sucipto (23) salah seorang mahasiswa menyatakan dirinya terpaksa melaporkan kampus karena dinilai tidak menepati janji-janjinya.
"Di brosur pendaftaran dikatakan bahwa dosennya lulusan UGM dan UNNES tapi kenyataannya pengajarnya semua masih mahasiswa. Mereka juga tidak memberikan fasilitas komputer seperti yang dijanjikan," terang Ari Sucipto.
Warga Gang Ontoseno RT 5 RW 2 Kecamatan Jati Kabupaten Kudus itu bahkan mengatakan belum ada mahasiswa Illue College Design yang diwisuda.Kampus ini berdiri 2 tahun yang lalu dengan program kuliah satu tahun langsung diwisuda.
Dengan iming-iming uang kuliah murah, pengajar berkualitas dan cepat lulus maka banyak orang yang mendaftar. Menurut Ari sampai sekarang lebih dari 100 orang yang menuntut ilmu ditempat itu.
Namun ternyata pada Mei 2009 kampus itu tutup. Baru kemudian ada pengumuman yang mengatakan bahwa kampus pindah dari Jalan Sriwijaya ke Jalan Indraprasta.
"Lalu ada pengumuman yang isinya permintaan agar mahasiswa mengambil surat kuliah ke kampus Indraprasta dan membayar kekurangan uang kuliah. Tapi kami tak percaya begitu saja. Dan ternyata benar, karena seminggu kemudian kampus di Indraprasta itu juga tutup," tutur Ari yang kini jadi pengangguran.
Ari dan kawan-kawan terpaksa melapor ke polisi karena selama ini sudah berusaha menghubungi Intan Permatasari, sang pemilik. Telepon dan SMS tak pernah dibalas.
"Pihak Diknas Kota Semarang pernah mempertemukan kami dengan Intan Permatasari tapi tak ada kepastian. Bahkan pihak Intan mengatakan tak mampu lagi melanjutkan proses perkuliahan," ujarnya.
Melihat kenyataan itu ratusan mahasiswa pun lantas meminta uang yang telah mereka keluarkan bisa diganti. Namun pihak kampus selalu menghindar jika ditagih. Lebih mengejutkan lagi karena ternyata tempat kuliah di J Indraprasta itu hanya mengontrak dan status Intan Permatasari adalah masih mahasiswa di Undip Semarang.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.