DENPASAR - PT PLN (Persero) Bali terpaksa menyewa mesin pembangkit untuk mengantisipasi krisis listrik yang sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir ini.
"Dengan menyewa mesin pembangkit, Bali akan mendapat tambahan pasokan listrik sebesar 80 megawatt (MW) pada tahun ini,” kata General Manager PLN Distribusi Bali Arifudin Nordin, di sela-sela peluncuran Quick Customer Service Online, di kantor PLN Distribusi Bali, Jalan Nitimandala, Denpasar, Jumat (29/1/2009).
Arifudin menjelaskan, mesin pembangkit itu baru bisa didatangkan pada Juni tahun ini dengan kekuatan 30 MW dan akhir 2010 sebesar 50 MW. Langkah itu sekaligus untuk menutupi tidak beroperasinya PLTG Gilimanuk yang menghasilkan pasokan listrik sebesar 130 MW.
Gangguan di PLTG Gilimanuk terjadi sejak Jumat 22 Januari pekan lalu akibat peningkatan temperatur pada mesin pembangkit. Akibatnya, wilayah Bali bagian selatan seperti Denpasar dan Kuta kembali terkena pemadaman bergilir hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.
Sebelumnya, seluruh wilayah Bali juga mengalami dua kali pemadaman bergilir, yakni pada Oktober-November 2009 dan berlanjut November 2009-10 Januari 2010 akibat pemeliharaan PLTG Gilimanuk. Pemadaman bergilir berlangsung selama hampir lima jam pada saat beban puncak terjadi, yakni mulai pukul 18.00-23.00 WITA.
Anehnya, Arifudin membantah gangguan di PLTG Gilimanuk kembali mengakibatkan adanya pemadaman bergilir, terhitung sejak 11 Januari 2010. “Mungkin karena musim hujan sehingga terjadi gangguan jaringan. Jadi yang kali ini jangan diakumulasikan terkait PLTG Gilimanuk lagi,” pintanya.
Terkait kerusakan PLTG Gilimanuk, Arifudin menyatakan pembongkaran baru bisa dilakukan pada Senin 1 Februari mendatang. “Jika perbaikan berjalan lancar, dua hari berikutnya sudah bisa beroperasi normal,” imbuh dia.
(Miftachul Chusna/Koran SI/ade)