BLORA - Pilkada Blora yang akan digelar pada pertengahan 2010 nanti ternyata masih terganjal kasus Daftar Pemilih Sementara (DPS).
Panwas Blora menemukan lebih dari 14.000 kasus DPS bermasalah. Jumlah tersebut didominasi warga yang belum mendapatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan temuan 13 warga yang sakit jiwa terdaftar sebagai pemilih.
Panwas Kabupaten Blora menyatakan jumlah terbanyak temuan kasus jelang pemilihan kepala dan wakil daerah Pilkada Blora adalah pemilih tanpa NIK yang mencapai 11.754 jiwa disusul warga Blora yang pindah alamat antar kecamatan berjumlah 1.220 jiwa.
Berbeda dengan temuan kasus daftar pemlih sementara pada pileg dan pilpres yang lalu, jumlah warga sakit jiwa yang masih terdaftar pada DPS Pilkada tahun 2010 ini meningkat yakni mencapai 13 jiwa. Kebanyakan berasal dari Kecamatan Jepon Kabupaten Blora.
Selain temuan tiga kasus menonjol tersebut, kasus lainnya yang cukup signifikan adalah masih terdaftarnya TNI Polri aktif serta temuan warga yang ikut pendidikan baik TNI maupun Polri di DPS.
Panwaskab Blora juga menyayangkan sikap apatis dari masyarakat Blora dalam mencermati DPS pemilu lalu dan pilkada yang akan datang.
Menurut Wahono, Ketua Panwas Kabupaten Blora, hal ini diperparah lagi dengan kinerja Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) KPU Blora yang kurang maksimal melakukan pendataan di 16 kecamatan se-Kabupaten Blora.
Secara terpisah, Moesafa ketua KPU Kabupaten Blora memberikan keterangan atas temuan kasus tersebut pihaknya masih terus menyelidiki dan akan terus melakukan revisi DPS sebelum menjadi DPT pada tanggal 9 Februari 2010 nanti.
Mengenai didapatinya data 13 warga yang sakit jiwa di DPS, pihaknya tidak berani memutuskan bahwa warga tersebut sakit jiwa. Untuk itu KPU Blora akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Blora untuk memutuskan apakah benar warga tersebut sakit jiwa atau tidak.
Data dari Panwaskab Blora hingga Jumat siang menyebutkan, kasus temuan pelanggaran DPS Pilkada Blora mencapai jumlah 14.812 kasus, diprediksi jumlah tersebut akan terus bertambah menjelang penyusunan DPT tanggal 9 Februari nanti.
(Ranin Agung/RCTI/fit)