getting time...

Ratusan Ayam Pamuruyan Sukabumi Flu Burung

Jum'at, 29 Januari 2010 15:05 wib
Flu burung.(ilustrasi:dok SI)
Flu burung.(ilustrasi:dok SI)

SUKABUMI - Jumlah ayam mati mendadak milik warga Kampung Anggayuda, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, terus bertambah hingga mencapai ratusan ekor. Hasil uji cepat (rapid test) yang dilakukan dinas peternakan setempat menunjukan ratusan hewan peliharaan tersebut positif terkena virus Flu Burung atau Avian Influenza (AI).
 
Berdasarkan pendataan yang dilakukan petugas Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Vetiner (Keswan Kesmivet) Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, jumlah ayam yang mengalami kematian mendadak mencapai sekitar 300 ekor. Angka ini lebih tinggi dari data pada pemerintahan Desa Pamuruyan yang hanya mencatat 85 ekor. Ratusan unggas itu milik belasan warga dari dua lingkungan rukun warga, yakni RW 12 dan RW 05.
 
“Ratusan ayam ini mati hanya dalam tempo waktu kurang dari satu pekan. Semula kami menduga jumlahnya hanya berkisar 80-an, tapi setelah ditelusuri dengan cara mengecek setiap kandang ayam dan lingkungan sekitar, ternyata banyak ditemukan bangkai ayam yang diperkirakan jumlahnya mencapai kurang lebih 300 ekor," ungkap Ketua RW 05, Mimi Mintarsih, Jumat (29/1/2010).
 
Sebagai langkah awal, warga telah mengubur seluruh bangkai ayam. Mimi mengaku, tindakan ini semata-mata dilakukan untuk menghindari meluasnya penyebaran penyakit ke luar wilayah maupun penyebaran terhadap warga.
 
Hasil rapid test yang dilakukan dinas peternakan terhadap bangkai ayam, menunjukan kematian unggas-unggas ini diduga kuat akibat virus Flu Burung. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Vetiner (Keswan Kesmivet) Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Asep Kurnadi, mengaku kendati hasil uji menunjukan positif, namun tingkat kebenaran akan rapid test tersebut hanya mencapai 60%. Artinya, dinas peternakan tetap akan melakukan uji lanjutan melalui laboratorium.
 
"Hasilnya positif, tapi untuk memastikan lebih lanjut, kami tetap akan menempuh pengujian laboratorium ke Bandung. Untuk mengantisipasi penyebaran, kami melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kandang-kandang ayam milik warga. Dalam kasus ini, kami menghimbau warga untuk mewaspadainya/ Salah satunya mengarantina ayam-ayam yang masih hidup," jelas Asep.
 

(Toni Kamajaya/Koran SI/fit)