BREBES - Seorang balita penderita HIV/AIDS, Fs(2,6) telantar di rumah sakit umum daerah (RSUD) Brebes, Jawa Tengah.
Putri pertama pasangan Ar(30) dan Uk(23), warga Brebes itu, bahkan dipulangkan paksa tanpa alasan jelas oleh petugas medis rumah sakit. Padahal, penyakit yang diderita balita dari keluarga miskin itu belum sembuh total.
UK (23), orangtua Fs mengatakan, selama dirawat di RSUD Brebes, anaknya tidak mendapatkan pelayanan yang layak seperti pasien lain. "Sikap perawat tidak mengenakan sekali," katanya saat ditemui di rumahnya di Brebes, Jumat (29/1/2010).
Menurut dia, setiap memberikan obat, perawat hanya memanggil dari pintu ruangan bangsal. Begitu juga saat menggantikan botol infus. Perawat itu sengaja membekap kepala Fs hingga menangis ketakutan.
"Saya tidak tahu alasannya sampai anak saya diperlakukan seperti itu. Saya juga kecewa begitu perawat menyuruh kami pulang, padahal anak saya belum sembuh," ujarnya.
UK menjelaskan, Fs diketahui positif mengidap HIV/AIDS setelah berobat ke RSUD Kardinah akhir Desember 2009. Saat itu, anaknya hanya menderita penyakit diare. Hasil pemeriksaan dokter RSUD Kardinah, ternyata anak saya dikatakan positif terkena HIV/ AIDS.
Selama di RSUD Kardinah, lanjut dia, Fs menjalani perawatan selama 12 hari. Namun, karena tidak memiliki biaya FS kemudian dibawa pulang ke rumah. "Tapi, pertengahan Januari, penyakit diare anak saya kambuh lagi dan dirujuk di RSUD Brebes melalui Jamkesmas," tandasnya.
(Kastolani/Koran SI/ram)