SIDOARJO - Untuk pertama kalinya menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), mengunjungi kawasan Lumpur Lapindo, Sabtu (30/1). Mereka adalah Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, Menteri Kelautan Fadel Muhammad, dan Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta.
Tiga menteri ini meresmikan pemasangan tiang pancang (ground breaking) fly over Tol Porong Sidoarjo KM 35, di Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin. Selanjutnya, mereka meninjau lahan sedimentasi Lumpur yang sudah membentuk pulau di muara Sungai Porong.
Di pulau Lumpur seluas 60 hektare di pesisir timur Kabupaten Sidoarjo ini, tiga menteri ini menanam pohon mangrove. Dalam kegiatan ini, juga didampingi Gubernur Jatim Soekarwo dan Wakil Bupati Sidoarjo, Komisi V DPR RI, serta pejabat muspida.
Khusus, relokasi Jalan Raya Porong ditarget selesai akhir 2010. Padahal sejauh ini, Panitia Pembebasan Tanah (P2T) dan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, baru membayar 66 persen atau 81,76 hektare dari total lahan yang diperlukan seluas 1.237,684 meter persegi di tiga kecamatan di Kabupaten Sidoarjo dan satu kecamatan di Kabupaten Pasuruan.
"Berdasar laporan dari BPLS, relokasi Jalan raya Porong selesai akhir 2010 dan sudah bisa dimanfaatkan. Sehingga, bisa menggeliatkan kembali perekonomian Jawa Timur sebelah selatan," ujar Joko Kirmanto.
Terkait relokasi Jalan Raya Porong yang hanya berharak sekitar 3 km dari pusat semburan. Joko Kirmanto meyakinkan kalau relokasi ini masih aman. Sebab, sebelum relokasi dimulai sudah dilakukan penelitian oleh ahli geologi. "Lain hal kalau sudah menjadi kehendak-Nya. Sejauh ini, dari hasil penelitian ahli geologi masih aman," tukasnya.
Joko Kirmanto yang juga Ketua Dewan Pengarah BPLS menambahkan, selama ini yang menjadi kendala untuk relokasi Jalan Raya Porong dan tol Porong-Gempol adalah belum kelarnya pembebasan lahan. Dia berharap, agar pemilik lahan bisa bekerjasama dengan baik.
"Untuk pembebasan lahan sudah diatas 66 persen. Jadi tinggal sebagian kecil yang kini dalam penyelesaian. Kami optimis jika pembebasan lahan itu segera rampung.Kita lebih memilih pendekatan persuasif," paparnya.
Panjang Jalan Raya Porong yang saat ini sedang digarap, 2x7,1 km (dua jalur) yang terbagi dalam empat paket. Sedangkan tiang pancang yang diresmikan Joko Kirmanto merupakan paket keempat. Relokasi Jalan Raya Porong, disatukan dengan relokasi tol Porong-Gempol dan rel KA, dengan lebar 120 meter. Namun, proyek yang ditangani langsung oleh BPLS adalah relokasi Jalan Raya Porong.
Sedangkan untuk tol, ditangani PT Jasa Marga dan rel KA ditangani PT KAI. Sedangkan Ketua BPLS Sunarso, memaparkan sejauh ini untuk penanganan semburan Lumpur masih aman. Selain penguatan tanggul, pihaknya juga mendatangkan kapal keruk untuk menyedot Lumpur dan dibuang ke Sungai Porong.
(Abdul Rouf/Koran SI/ful)