JAKARTA – Gempa dahsyat yang mengguncang Haiti beberapa waktu lalu menggugah hati masyarakat internasional termasuk Indonesia. Bala bantuan, baik logistik, obat-obatan maupun tenaga medis terus mengalir dari penjuru dunia.
Tak ingin ketinggalan, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia juga berencana mengirimkan tim medis untuk membantu para korban gempa yang menewaskan ratusan ribu orang itu.
“Kami akan kirimkan tim medis ke wilayah tersebut (Haiti) untuk memberikan bantuan kepada para korban,” kata Presidium MER-C Indonesia Joserizal Jurnalis, melalui rilis yang diterima okezone, Sabtu (30/1/2010).
Rencananya, MER-C akan menggelar jumpa pers guna menjelaskan tujuan dan mekanisme teknis pengiriman tim medis tersebut. “Kami mengundang rekan wartawan untuk menghadiri konferensi pers besok,” imbuhnya.
Seperti diketahui, gempa berkekuatan 7 skala richter (SR) mengguncang Haiti pada Selasa 12 Januari lalu. Puluhan gedung perkantoran dan ratusan bangunan rumah di Ibu Kota Haiti Port Au Prince rata dengan tanah termasuk Istana Kepresidenan setempat. Ratusan ribu orang pun meregang nyawa
Dari laporan tim PBB, sekitar 90 persen bangunan dan gedung di Leogane hancur akibat gempa. Kondisi di kota-kota lainnya tidak kalah memprihatinkan. Banyak warga yang terkubur di reruntuhan bangunan dan belum bisa dievakuasi.
(ram)