JAKARTA - Sekira 3.000 warga Nahdlatul Ulama (NU) menggelar shalawat untuk keselamatan dan kedamaian bangsa. Acara shalawat ini digelar sekaligus peluncuran Majelis Shalawat Nusantara.
“Kita mendoakan semua bangsa Indonesia, Pak SBY, pemerintah, warga PKB, NU, masyarakat untuk suatu kekuatan yang kokoh,” kata Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar di GOR Bulungan, Jalan Raya Bulungan, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Minggu (31/1/2010).
Majelis Shalawat Nusantara diharapkan dapat menjadi pelopor memasyarakatkan shalawat. Dia juga mengatakan acara Majelis Shalawat Nusantara dapat meneruskan kehidupan pluralisme di Indonesia yang telah dibangun Almarhum KH Abdurahman Wahid.
“Majelis Shalawat Nusantara semoga menjadi pelopor di seluruh Indonesia. Saya mohon doa restu semoga Pak SBY diberikan kesabaran dan kekuatan, diberikan kemampuan memimpin bangsa ini,” katanya
Acara itu dihadiri Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini, para kiai dan habib, di antaranya KH Abdul Faqih (Ponpes Langitan, Tuban, Jatim), KH Idris Marzuki (Ponpes Lirboyo, Kediri, Jatim), KH Muhaimin Ishaq (PWNU DKI Jakarta), KH. Mudjib Khudori (Jakarta), KH Dimyati Rois, Habib Luthfi (Jateng), Habib Ahyad bin Banahsan, Habib Sultan bin Musthofa Al Bahr, dan alim ulama lainnya.
Acara dibuka dengan pembacaan shalawat dan zikir bersama para jemaah, serta diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh sembilan kiai secara bergantian.
(lsi)