getting time...

Korban Pembunuhan Babeh Capai 14 Orang

Minggu, 31 Januari 2010 05:45 wib

JAKARTA – Bayquni alias Babeh, tersangka sodomi disertai pembunuhan dan mutilasi, mengaku lagi jika dirinya telah menghabisi nyawa empat korban lain. Dengan demikian,jumlah korbannya 14 orang.  
Hal tersebut terungkap saat pemeriksaan Babeh (48), oleh tim penyidik Polda Metro Jaya pada Rabu lalu di Jakarta. “Dia mengakuinya di hadapan penyidik dan saya dampingi usai melakukan rekonstruksi pembunuhan di Desa Mranggen, Kajoran, Magelang, Jawa Tengah,” ungkap penasihat hukum Baekuni, Rangga B Rikuser, kemarin.
 
Rangga menambahkan, keempat jenazah korban telah ditunjukkan keberadaannya kepada polisi. Mereka dibunuh pada periode 2004–2005 dengan lokasi berbeda yakni di Kuningan,Jawa Barat; Magelang, Jawa Tengah; Kutoarjo, Jawa Tengah,dan di Jakarta. Namun, dia lupa siapa dan usia masing-masing korban.
 
Terungkapnya empat korban terbaru Babeh bermula saat polisi menerima kedatangan keluarga yang melaporkan anaknya hilang. Saat ditunjukkan foto korban, Babeh mengakui dan menunjukkan tempat lokasi pembunuhannya. ”Polisi juga sudah menyelidiki TKP (tempat kejadian perkara)- nya,” tegas Rangga.
 
Kepala Satuan Kejahatan dengan Kekerasan Direktorat Polda Metro Jaya AKBP Nico Afinta enggan menjelaskan identitas keempat korban terbaru tersebut. Menurutnya, hal itu akan dijelaskan langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Idham Azis.
 
”Beliau akan menggelar jumpa pers mengenai hal ini Senin (1/2) nanti,” ungkap Nico. Namun, dia tidak membantah bakal ditemukan lagi korban Babeh lainnya. ”Memang ada kemungkinan korban Babeh akan bertambah terus,” ungkapnya.
 
Sejauh ini Babeh dipastikan telah membunuh 10 orang. Sepuluh korban Babeh adalah Ardi, Adi,Rio, Arif Abdullah alias Arif “Kecil”, Ardiansyah,Teguh,Irwan Imran, Aris, Riki, dan Yusuf Maulana.
 
Beberapa korban dinyatakan telah dimutilasi pelaku. Sedangkan Angga, teman Arif “Kecil”, masih dinyatakan hilang. Rata- ata usia korban adalah 10–12 tahun, sedangkan Arif tujuh tahun. Nico juga masih mempertanyakan pernyataan Babeh atas tambahan jumlah korbannya.
 
Sejauh ini Babeh mengaku telah membunuh dua anak dalam setahun demi memenuhi kebutuhan seksualnya. Berdasarkan hasil analisis Nico, jumlah ini bisa jadi lebih banyak.
 
Koordinator penasihat hukum Baekuni, Haposan Hutagalung, belum bisa menerima pernyataan terbaru Babeh sebagai sebuah kenyataan. ”Hal itu harus ditopang dengan bukti lain dari penyidik kepolisian dan dipastikan lagi oleh saksi ahli,”ungkapnya.Dia mengatakan, saat ini kondisi Babeh dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
 
Seluruh pernyataan Babeh selama ini, menurutnya, dilakukan dalam keadaan tidak terpaksa dan tak tertekan. ”Dia (Babeh) mengakui semua perbuatannya bukan berarti dia tidak menyesal,” ungkap Haposan.
 
Menurut Haposan, di hadapan penyidik, Babeh juga mengaku bersyukur bisa ditangkap pihak kepolisian. Karena kalau tidak ditangkap, korban kejahatannya bisa akan terus bertambah. ”Babeh juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat,terutama keluarga korban atas perbuatannya,” tandas Haposan.

(Koran SI/Koran SI/ram)