BOGOR - Hingga saat ini enam mahasiswa UIN Yogyakarta yang dinyatakan hilang di Gunung Salak masih dalam pencarian. Diduga keenamnya hilang akibat tebing di jalur pendakian mengalami longsor.
Berikut kronologis hilangnya enam mahasiswa UIN tersebut.
Tanggal 24 Januari 2010, enam pencinta alam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melakukan pendakian dari arah Curug nangka menuju Puncak Salak II. Rencananya mereka akan turun pada 27 Januari juga melalui Curug Nangka. Namun pada hari tersebut keenam pencinta alam belum juga turun.
Hari Jumat, 29 Januari keenam pencinta alam minta dijemput dengan titik kordinat 06.42'18 LS dan 106.44'20 BT. Kemudian Tim pencari (SRU 1) yang berjumlah delapan orang pada hari itu juga langsung melakukan penjemputan.
Pada hari Sabtu 30 Januari, sekira pukul 14.37 WIB, Tim SRU 1 bertemu dengan dengan tim pendaki dari UIN Yogya. Di lokasi beberapa pendaki masih berada di kali Cihideung, karena tebing yang ada di Gunung Salak mengalami longsor. Sulitnya medan membuat evakuasi terhambat.
Tim SRU 1 mengabarkan, pada hari ini dipastikan keenam mahasiswa tersebut dievakuasi. Namun menurut Iwan Firdaus, Koordinator Koordinator Poskodal Utama, tim evakuasi masih mengalami kendala untuk menghadapi longsoran tebing. Selain itu juga cuaca buruk yang sedang melingkupi Gunung Salak.
"Mudah-mudahan hari ini (bisa) dievakuasi ke Curug Nangka," kata Koordinator Poskodal Utama.
(Endang Gunawan/Global/hri)