Kasus Trafficking di Surabaya Terbongkar

Kasus Trafficking di Surabaya Terbongkar
SURABAYA - Transaksi perdagangan anak (trafficking) di McDonald's Jalan Basuki Rachmat Surabaya berhasil dibongkar oleh unit Idik I Pidum Satreskrim Polwiltabes Surabaya.  
Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Anom Wibowo mengungkapkan, dua tersangka berhasil diamankan. Tersangka bernama Endry Margarini alias Vey (15), warga Bungurasih, Sidoarjo dan Achmad Afif Muslichin alias Afif (34), warga Jalan Klurak, Candi, Sidoarjo.
 
“Kedua tersangka ini memiliki tugas berbeda. Vey ini adalah germo dari anak-anak yang dilacurkan, sedangkan Afif ini hanyalah kurir Vey yang bertugas mencari lelaki hidung belang,” ungkapnya di ruang eksekutif Satreskrim Mapolwiltabes Surabaya, Jalan Taman Sikatan Surabaya, Minggu (31/1/2010).
 
Keberhasilan anggotanya mengungkap penjualan anak dibawah umur ini berkat informasi masyarakat. “Dua minggu lalu, kita mendapatkan informasi kalau di McDonald's Jalan Basuki Rakhmat selalu terjadi transaksi perdagangan anak di bawah umur,” papar Anom.
 
Anom mengatakan, setelah informasi tersebut, petugas lalu melakukan penyelidikan dengan mengawasi McDonald's. Usaha petugas membuahkan hasil ketika melihat tiga gadis yang masih anak-anak masuk ke McDonald's.
 
“Selang beberapa waktu, datang seorang perempuan yang sedang hamil. Selanjutnya perempuan yang hamil tadi mengajak tiga gadis masuk ke dalam taksi. Anggota lalu membuntuti taksi tersebut,” ujarnya.
 
Lebih lanjut, Anom menambahkan, ternyata taksi itu masuk ke Hotel Malibu, di Jalan Ngagel. Curiga akan ketiga gadis tersebut dijual ke seseorang, petugas lalu menggerebek kamar 514. Hasilnya, di kamar tersebut, petugas memergoki seorang pria dan tiga gadis tersebut.
 
Petugas mengamankan ketiga gadis, beserta pria hidung belang ke Polwiltabes Surabaya. Dari
keterangan ketiga gadis ini, petugas mendapati nama Afif dan Vey. ”Dari keterangan tiga gadis tersebut, kita berhasil menangkap Afif. Kebetulan Afif ini masih berada di McDonald's Basuki Rakhmat. Selanjutnya dari keterangan Afif, kita berhasil menangkap sang germo yakni Vey yang sedang hamil 9 bulan di kos-kosannya,” papar dia.
 
Atas perbuatan tersebut, tersangka Vey dan Afif ini dijerat pasal 2 junto pasal 17 UU RI No.21
Tahun 2007 tentang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Anak dan atau pasal 88 UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.
(ram)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Satu Keluarga di Gresik Tewas Usai Menyantap Kerang