getting time...

Hujan Turun, Infrastruktur Jalan Banyak Rusak

Senin, 1 Februari 2010 01:03 wib

BOJONEGORO – Akibat hujan yang mengguyur wilayah Bojonegoro beberapa hari terakhir, membuat infrastruktur jalan rusak. Di Desa Tanggir, Kecamatan Malo jalan sepanjang 300 meter rusak parah. Jalan tersebut hampir menyatu dengan Sungai Bengawan Solo yang tergerus air.  
Menurut Kepala Desa Tanggir, Woto, kerusakan jalan sebenarnya berawal dari gerusan air di sisi kanan Sungai Bengawan Solo. Saat ini kondisi jalan sangat mengkhawatirkan, lantaran tidak ada trotoar jalan. Karena, samping aspal sudah terlihat sungai yang menganga. “Ini sangat membahayakan pengguna jalan,” terangnya.
 
Woto menambahkan, lokasi longsoran sungai itu berada persis di samping jembatan. Sehingga,
 jika tak segera ditangani dikhawatirkan akan merusak jembatan tersebut. Saat ini, warga bergotong royong memberi tanda batu besar di sisi kiri jalan agar pengguna jalan tidak masuk ke sungai. “Sepanjang 300 meter itu juga ada tiga titik jalan yang kondisinya parah,” katanya.
 
Pihak pemerintah desa sendiri, sebenarnya sudah melaporkan kerusakan itu ke pihak kecamatan agar diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU). Tapi, hingga saat ini belum ada solusi. “Kita sudah lapor kok,” terangnya.
 
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PU Bojonegoro Andi Chandra menjelaskan, sudah mendapat laporan adanya kerusakan jalan itu. Kini pihaknya sudah berkoordinasi dengan kontraktor yang menangani proyek itu. “Sudah kita perintahkan untuk memperbaiki. Karena itu masih proyek tahun 2009,” tegasnya.
 
Dia menjelaskan, proyek tersebut sebenarnya mulai pertigaan Kecamatan Kedewan. Perbaikan jalan akan dilakukan menyeluruh hingga Desa Pager Wesi, Desa Trucuk sejauh 17 km. “Mungkin perbaikan itu belum sampai di Tanggir. Tapi, nanti pasti sampai sana,” tegasnya.
 
Diakuinya, banyak jalan rusak akibat terjangan air hujan yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir. Di antaranya Jalan Desa Medalem Kecamatan Sumberrejo hingga Desa Simorejo, Kecamatan Kanor.
 
Jalan itu baru beberapa bulan digarap, tapi banyak aspal yang sudah mengelupas. “Itu juga masih tanggung jawab kontraktor dan kita terus mengawasinya,” terang Andi.

(Nanang Fahrudin/Koran SI/ram)