JAKARTA - Arina Rahmah mengaku bahwa dirinya baru tahu suaminya, Noordin M Top adalah buronan paling dicari Mabes Polri, setelah ditembak mati Densus 88.
"Saya baru mengetahui setelah suami saya meninggal. Saya melihat di televisi,” terangnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Senin (1/2/2010). Arina menjadi saksi terdakwa terorisme Saifudin Zuhri anggota kelompok Palembang terkait tuduhan penyembunyian senjata dan bahan peledak.
Lebih lanjut Arina menyatakan suaminya yang saat itu dikenal dengan nama Ade Abdul Halim, setelah menikah lebih banyak beraktivitas di luar rumah.
“Ade Abdul Halim semenjak menikah dengan saya sering meninggalkan saya bersama anak-anak. Setiap saya menanyakan selalu mendapat jawaban ada urusan perginya berbulan-bulan,” jelas Arina.
Dia juga mengaku tidak mengetahui dari mana keluarga mengenal Noordin M Top.
“Saya tidak mengetahui sejak kapan keluarga saya kenal dengan Ade Abdul Halim. Yang saya alami saat itu saya disuruh pulang dan dikenalkan dengan Ade. Saat itu juga, dia jadi suami saya,” tutupnya.
Arina dan ibunya Dwi Astuti hari ini menjadi saksi terdakwa Saifudin Zuhri dalam kasus penyembunyian senjata. Saifudin sendiri merupakan terduga teroris kelompok Palembang yang ditangkap pada 21 Juni 2009 saat pulang mengajar ngaji di masjid milik Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Danasari Lor.
Dia merupakan warga RT01/RW05 Danasri Lor, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Saifudin dituding ikut menyuplai senjata dan bom untuk kelompok Palembang yang lebih dulu ditangkap pada 2008 lalu. Selain itu Saifudin ikut menyembunyikan Noordin.(ton)
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.