getting time...

Kriminolog: Kasus Babeh Paling Mengerikan

Fabian Januarius Kuwado - Okezone
Senin, 1 Februari 2010 17:43 wib
Bayquni alias Babeh, pelaku pembunuhan dan mutilasi bocah. (Foto: Koran SI)
Bayquni alias Babeh, pelaku pembunuhan dan mutilasi bocah. (Foto: Koran SI)

JAKARTA - Kasus pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan Bayquni alias Babeh terhadap bocah di bawah umur, merupakan tragedi paling mengerikan dibanding kasus kejahatan lain di Indonesia.

 
Hal tersebut diutarakan kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya hari ini.
 
“Kasus Babeh ini sudah layak menjadi cerita kejahatan yang paling mengerikan di Indonesia. Banyak kasus yang tidak seperti ini,” ungkap Adrianus, Senin (1/2/2010).
 
Karena itu, dia menyoroti perlunya kepolisian memiliki database terkait kasus-kasus kekerasan terhadap anak-anak. Polri, katanya, perlu mengalokasikan sumber dayanya secara khusus untuk melakukan pendataan.
 
“Ini dapat membuka diskusi kepada kita mengenai Polri untuk mengalokasikan sumber dayanya. Kita tidak memiliki database tentang orang-orang yang aneh,” jelas Adrianus.
 
Dia membandingkan dengan Biro Penyelidik Federal (FBI) Amerika Serikat, di mana mereka mendedikasikan sember dayanya untuk mendata anak-anak korban pemerkosaan.
 
“Dipantau terus-terusan, jadi jika ada apa-apa mereka lah yang dianggap potensial. Kita tidak punya seperti itu,” tandasnya.
 
Namun pernyataan itu dibantah Kapolda Irjen Pol Wahono. “Tidak benar Polri tidak memiliki database. Robot Gedek punya file, Ryan juga punya. Karena itu kita bisa menyebutkan seseorang residivis atau bukan karena berulang kali dia melakukan kejahatan. Itu database kita,” jelas Wahono.
 
Dia menegaskan seluruh tingkatan kepolisian sudah memiliki database itu. Hanya saja, dia mengingatkan perlu pengembangan lebih lanjut tentang kelengkapan database itu.

(ton)