getting time...

Babeh Terindikasi Alami Gangguan Jiwa

Fabian Januarius Kuwado - Okezone
Senin, 1 Februari 2010 17:57 wib
Bayquni alias Babeh, pelaku pembunuhan dan mutilasi bocah. (Foto: Koran SI)
Bayquni alias Babeh, pelaku pembunuhan dan mutilasi bocah. (Foto: Koran SI)

JAKARTA - Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi menyatakan pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap 14 bocah, Bayquni alias Babeh, terindikasi kuat mengalami gangguan kejiwaan.  
“Pada dasarnya diindikasikan ada kelainan jiwa pedophilia dan homoseksual terhadap Babeh,” ungkap Seto saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (1/2/2010).
 
Menurut Seto, Babeh merupakan korban kekerasan pada masa kecil. Selain itu pada remaja, dia juga pernah menjadi korban sodomi.
 
Lebih lanjut dia mengatakan, anak-anak yang berada di jalan rentan terhadap kekerasan fisik, psikologi  dan seksual. “Hal ini mengingatkan kepada kita semua untuk lebih serius menangani anak jalanan ini,” tuturnya.
 
Karena itu, dia memandang perlu sinergi antarlembaga terkait. “Bukan hanya dari kepolisian, tetapi dari Kementerian Sosial dan komponen perlindungan anak untuk betul-betul punya konsep yang jelas untuk anak jalanan,” tandasnya.
 
Korban Babeh hingga kini tercatat sebanyak 14 orang. Empat korban terbaru yang diakui Babeh yaitu Feri berusia 11 tahun, Doli (11), Adit (12), dan Kiki (11).
 
Keempat korban tersebut dibunuh kemudian dimutilasi Babeh di wilayah Jakarta Timur.
 
Kasus pembunuhan paling lama yang dilakukan Babeh yaitu pada 1993, bukan 1998 seperti yang diungkapkan sebelumnya.
 

(ton)