getting time...

Pemda DKI Kaji Jalur Busway ke Depok

Senin, 1 Februari 2010 20:12 wib

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai memfokuskan rencana pembangunan busway koridor XI-XV.  Padahal, saat kini busway koridor IX dan X belum jelas kapan pengoperasiannya, walaupun infrastrukturnya sudah mangkrak selama dua tahun.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, rencana pembangunan jalur busway koridor XI-XV tersebut masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Bahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan penajaman (kajian secara mendalam) untuk kelanjutan moda transportasi massal tersebut.  
Salah satu fokus penajaman yakni mengenai jalur busway koridor XIV (UI Depok-Pasar Minggu-Manggarai). Penajaman kajian dilakukan karena medan jalan di jalur tersebut sangat sempit, sehingga kemungkinan dibangun fly over untuk jalur busway. Dia membeberkan, pengkajian dimaksud untuk mengetahui apakah fly over akan digunakan untuk lalu lintas umum atau hanya untuk busway.
 
"Ini (koridor XIV) jalannya sempit, itu direncanakan di atas. Seperti fly over, saya minta dipertajam. Misalnya jalan Pasar Minggu ke Pancoran kan sempit, busway bisa mengambil satu jalur dari dua jalur yang ada sekarang, sehingga jalurnya sisa satu, kemudian lalu lintas umumnya di atas,” kata Fauzi Bowo di Balaikota.
 
Pemprov DKI juga akan membahas pembangunan dan peruntukkan jalan susun di sepanjang jalan Depok-TB Simatupang. Hingga sekarang rencana tersebut belum ada detail engineering-nya. Karena itulah, pihaknya akan memprioritaskannya dalam rangka RPJMD. Fauzi mengakui bahwa dalam RPJMD tidak disebutkan mengenai peruntukkan fly over. “Yang jelas, pembangunan fly over ini akan menelan banyak biaya. Mahal sekali karena panjang," bebernya.
 
Hal lain yang menjadi fokus penajaman dalam RPJMD adalah jalur busway koridor XV (Ciledug-Blok M) juga akan dibahas dalam penajaman RPJMD. Hambatan utama untuk jalur ini karena jalan Ciledug Raya sangat sempit. Pihaknya kini sedang mempertimbangkan pembangunan koridor busway atau moda transportasi massa lainnya.
 
"Jalannya sempit, apakah itu jadi dipasang busway, atau MRT, sehingga busway-nya bisa diganti dengan feeder saja," tuturnya.

(Ahmad Baidowi/Koran SI/ful)

  • dana » 0 Tanggapan
    padahal sudah ada KRL di jalur yang sama, mendingan meningkatkan KRL sebagai tulang punggungnya dan tambahkan busway sebagai tulang rusuknya
    Beri Tanggapan Laporkan
  • tri bagyo parwoto » 0 Tanggapan
    Prioritaskan jalan sepanjang pinggir sebelah kiri Kalimalang dari Pondok Kelapa sampai ujung Kalimalang dimana setiap macet. Lahannya ada tinggal bikin jalan apalagi ini masih wilayah Pemda DKI. Cobalah pejabat lewat jalan sepanjang Kalimalang ini.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • tri bagyo parwoto » 0 Tanggapan
    Prioritaskan jalan sepanjang pinggir sebelah kiri Kalimalang dari Pondok Kelapa sampai ujung Kalimalang dimana setiap macet. Lahannya ada tinggal bikin jalan apalagi ini masih wilayah Pemda DKI. Cobalah pejabat lewat jalan sepanjang Kalimalang ini.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.