getting time...

Palsukan Karya, 1.700 Guru Riau Turun Pangkat

Banda Haruddin Tanjung - Okezone
Senin, 1 Februari 2010 11:55 wib
ist
ist

PEKANBARU - Sedikitnya 1.700 guru PNS di Propinsi Riau mempeproleh sangsi penurunan pangkat dari golangan 4b menjadi kembali ke golongan 4a.  
 
Hal ini dilakukan karena para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut melakukan perbutan tercela, dengan memalsukan karya ilmiah dan tanda tangan intansi terkait.
 
Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Riau Irwan Efendi mengatakan, insiden memelakukan tersebut merupakan temuan dari dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
 
Menurut dia, para guru ini memalsukan karya ilmiah yang menjadi kewajiban guru untuk naik pangkat dari golongan 4a ke 4b guna mendapatkan sertifikasi. Namun, mereka menggunakan jasa calo.
 
“Menurut para guru yang kita tanya, untuk mendapatkan sertifikasi itu mereka membayar kisaran Rp5 juta. Ini kita sangat memalukan, karena guru seharusnya menjadi contoh yang baik,” kata Irwan dalam perbincangan dengan okezone, Senin (1/2/2010).
 
Para guru yang memalsukan karya ilmiah itu hampir dilakukan di sejumlah kabupaten dan kota di Riau. Dan yang paling terjadi di yakni di Pekanbaru dengan 514 guru, disusul Kabupaten Kampar 514 guru, dan Kabupaten Kuansing 302 guru.
 
Bahkan menurut Irwan, pemalsuan karya ilmiah ini sudah berlangsung sejak 2007 lalu dan dilakukan oleh tenaga pendidik yang sudah mendekati pensiun. Atas temuan ini maka ribuan guru harus mengembalikan fasiltas yang mereka nikmati sejak digolongan 4b.
 
“Selain itu, para guru ini harus juga mengembalikan tunjangan gaji yang mereka nikmati selama ini. Untuk itu kita akan berkordinasi dengan dinas pendidikan yang ada di kabupaten dan kota,” pungkasnya.

(teb)

  • bima setiawan » 0 Tanggapan
    Kami sebagai salah seorang guru, ikut malu, ada guru yang berdusta pada profesi, anak, suami/istri, dan siswa-siswanya. Sayang...sayang...sayang
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kahar » 0 Tanggapan
    lebih baik jadi kopral tapi kerjanya kayak jendral dari pada jadi jendral tapi kerjanya kayak kopral. Kalau ndak bisa berbuat jangan dipaksakan dong, jangan yang terbayang hanya pangkat tinggi dan gaji besar saja. Tunjukkan kinerja yang baik untuk mendidik anak bangsa.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Hotmaringan Siregar » 0 Tanggapan
    Dinas pendidikan jangan sok, harusnya anda-anda itu koreksi diri. Mengapa ini terjadi ? Tentu karena oknum-oknum tertentu yang ada di Dinas Pendidikan dan BKD lah yang menjembatani ini semua. Jadi jangan korbankan Guru.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Sugiarno » 0 Tanggapan
    Sudah gaharu cendana pula... Padahal, yang menjadi calo karya tulis bukan siapa-siapa, justru yang bakal menilai ... Kalau mau main bersih, sekalian bersih agar kelihatan bersihnya. Sebaliknya, kalau mau main kotor, sekalian kotor agar kelihatan kotornya ... Jangan terus-menerus membodohi guru, mantan murid!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • anok » 0 Tanggapan
    karna tergiur mau uang banyak makanya banyakguru mernghalalkan segala cara apakah itu nilai hati nurani seorang guru
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.