getting time...

Bupati Nganjuk Diprotes Jadi Ketua DPC PDIP

Senin, 1 Februari 2010 08:59 wib

KEDIRI - Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, ditolak menjadi Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Nganjuk.
 
 
Dalam konfrensi cabang (konfercab) PDI Perjuangan yang digelar di Hotel Istana Jalan Raya Nganjuk-Madiun, Minggu 31 Januari, ratusan kader PDI Perjuangan menggelar unjuk rasa menolak penetapan Taufiq sebagai ketua terpilih (DPC).
 
Massa menilai penetapan tersebut menyalahi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai (AD/ART).
 
“Yang bisa menjadi ketua DPC setidaknya pernah menjadi anggota PDI Perjuangan tiga tahun dan menjadi pengurus PAC. Taufik tidak pernah sama sekali. Apalagi ia tidak berdomisili di Nganjuk, namun Jombang,” ujar koordinator aksi Hendriyono yang juga kader PDI Perjuangan Kertosono kepada wartawan Minggu 31 Januari.
 
Massa yang datang dengan mengendarai truk dan puluhan motor langsung menyerbu lokasi konfercab yang dijaga ketat aparat kepolisian dan satgas partai.
 
Selain menuding SK 435 sebagai bentuk pengkhinatan AD/ART partai, pelaksanaan rapat PAC se Kabupaten Nganjuk sebelum digelarnya konfercab, sarat dengan praktik politik uang.
 
Untuk meraih suara 12 PAC, menurut Hendriyono, Taufiq telah melakukan pendekatan secara material. Tidak heran jika dari 20 PAC se-Nganjuk, Muharjito, rival Taufiqur hanya mengantongi delapan suara PAC. “Kemenangan untuk penentuan Ketua DPC ini sudah dikondisikan oleh Taufiqurrahman, “papar Hendriyono.
 
Dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung cukup panas kemarin, massa memaksa minta dipertemukan dengan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Suhandoyo, yang memimpin jalanya konfercab.
 
Di depan pengunjuk rasa, Suhandoyo mengatakan sudah waktunya Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk, dibentuk secara definitif. “Karena selama tiga tahun kita tak punya Ketua PDI Perjuangan Nganjuk. Sekarang sudah saatnya,“ ujarnya.
 
Sementara menanggapi pendemonya, Taufiqur mengaku dirinya pernah menjadi Ketua DPD Golkar Kabupaten Jombang pada 2003. Namun jabatan itu tidak lama berlangsung, karena dirinya keluar dan menjadi anggota PDI Perjuangan.
 
“Saya tiga tahun menjadi anggota PDIP. Mengenai pengurus, saya juga dipercaya menjadi Plh Ketua DPC PDIP. Dan DPP sendiri yang mendukung saya jadi Plh. Jadi semuanya berjalan sesuai prosedur,” ujarnya singkat.

(Solichan Arif/Koran SI/lsi)

  • Termedi-69 » 0 Tanggapan
    Yth,. Pak Taufiqurahman,. sampean ngalah aja lah,. sudah jadi Bupati mau jadi Ketua DPC lagi,.. mau jadi pimpinan Preman apa sampean,.? Lebih baik sampean ngurusin rakyat sampean biar sejahtera,.. itu lebih manfaat,.. Terima kasih,..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.