BANDUNG - Korban banjir di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung mulai terserang penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
Menurut Camat Baleendah Usman Sayogi, saat ini petugas kesehatan terus bersiaga di lokasi pengungsian untuk mengobati pengungsi yang terserang ISPA.
"Kalau penyakit sejauh ini tidak terlalu mencolok. Paling penyakit ISPA. Tapi saat ini petugas kesehatan sudah bersiaga di lokasi pengungsian," kata Usman saat dihubungi okezone, Senin (1/2/2010).
Usman mengatakan, penyakit ISPA menyerang korban banjir karena lokasi pengungsian mereka yang lembap. Meski begitu, kata Usman, kondisi tersebut sampai sejauh ini masih bisa diantisipasi.
Lebih jauh Usman mengatakan, banjir di Kecamatan Baleendah saat ini belum surut lantaran hujan terus mengguyur wilayah Kabupaten Bandung, terutama sore hari. Pompa yang disiagakan untuk menyedot banjir pun, kata Usman, tidak bisa bekerja maksimal karena terendam banjir.
"Sepanjang Sungai Citarum masih meluap, pompa air yang ada tidak bisa maksimal menyedot air karena terendam. Makanya, proses penyedotan baru bisa dilakukan kalau debit air di Sungai Citarum sudah turun," kata Usman.
Usman mengatakan, Bupati Bandung Obar Sobarna tadi siang sudah meninjau langsung lokasi banjir di Kampung Cieunteung Kelurahan Baleendah yang paling parah terendam banjir. Obar beserta rombongan tiba di Cieunteung sekitar pukul 14.00 WIB.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung sejak Jumat 29 Januari 2010 lalu membuat dua kelurahan di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung terendam banjir. Akibatnya, sekitar 5.281 warga terisolasi. Mereka hanya mengandalkan perahu sebagai satu-satunya sarana transportasi.
Dua kelurahan yang terendam banjir tersebut adalah Kelurahan Andir dan Baleendah Kecamatan Baleendah. Di kelurahan Baleendah, banjir merendam 3 RW masing-masing RW 9, 20, dan 28. Sementara di Kelurahan Andir, banjir melanda 7 RW masing-masing RW 1,2,3,6,7,9, dan 10.
(ahm)