BOJONEGORO - Dua orang yang mengaku wartawan surat kabar mingguan dibekuk aparat Polsek Sukosewu. Kedua wartawan yang mengaku dari Metro News Independen yang berkantor di Kediri itu diamankan saat memeras warga Desa Sukodadi, Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro.
Kejadian itu berawal saat dua wartawan yang bernama Subandi dan Kasmun, warga Kecamatan Kedungadem,datang ke rumah Mashadi (41), warga Desa Sukodadi.
Keduanya datang menanyakan prilaku Mashadi yang nikah lagi bersama perempuan lain tanpa sepengatahuan istri pertamanya. Mashadi tak mengerti, dari mana informasi diperoleh dua wartawan itu.
Di luar tugas kewartawanannya, dua orang ini mengancam akan membeber prilaku Mashadi ke media mereka, asal ada uang tutup mulut. Awalnya, kedua wartawan itu meminta uang Rp5 juta, tetapi Mashadi tidak sanggup.
“Saat itu saya hanya sanggup membayar Rp2 juta saja,” terang Mashadi saat dimintai keterangan di Mapolsek, Senin (1/2/2010).
Usai menyepakati harga uang tutup mulut itu, korban tidak langsung memberikan uang tunai Rp2 juta kepada dua wartawan itu, tetapi hanya uang muka senilai Rp500 ribu saja.
Alasannya ia tak memiliki uang. Sesuai waktu yang dijanjikan, kedua wartawan itu datang kembali ke rumah Mashadi untuk mengambil kekurangan uang Rp1,5 juta. Tapi Mashadi tidak mau melayani wartawan yang sudah berperilaku bukan wartawan.
Mashadi pun memilih melaporkan ulah kedua wartawan itu kepada polisi. Akhirnya Mashadi tetap memberikan uang kepada wartawan itu, dan polisi menyanggongnya di rumah korban.
Saat itu, korban menyerahkan uang Rp800 ribu kepada dua wartawan itu. Polisi yang sudah mengincarnya langsung meringkusnya. Dua wartawan lengkap dengan kartu persnya itu akhirnya diamankan di Mapolsek Sukosewu. Selain kartu pers, polisi juga menyita ponsel, uang Rp800 ribu, dan koran mingguan.
”Saat ini perkaranya masih penyelidikan. Kita terus memintai keterangan semua pihak yang mengetahui kasus itu,” kata Kabag Bina Mitra Polres Bojonegoro, Kompol Suparmo.
(Nanang Fahrudin/Koran SI/fit)