JAKARTA - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mencanangkan pemberian insentif kepada sekolah akan tergantung pada tingkat kompetensi kepala sekolah.
Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal mengatakan, blok grant dan pemberian insentif lainnya seperti laboratorium komputer dan pelatihan di luar negeri sangat tergantung dari penilaian yang bagus dari kepala sekolah. Menurut Fasli, ciri-ciri kepala sekolah yang bagus adalah yang memenuhi beberapa syarat.
Mereka harus mampu menjadikan sekolah sebagai suatu manajemen pengembangan ilmu, moral, potensi, bakat,dan minat anak.Kinerja manajerial dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) sekolah seperti guru, pustakawan, administrasi harus pandai.
"Karena sekolah adalah institusi yang harus ada arus kas jelas, evaluasi diri, perencanaan, dan pembiayaan yang jelas sehingga diketahui apakah sekolah itu bergerak maju atau mundur," jelasnya.
Seorang kepala sekolah dipilih dari guru yang berkompetensi tinggi dan mendapatkan percobaan selama tiga bulan sebelum lulus dan pengangkatan. Hingga saat ini ada 250.000 kepala sekolah yang tersebar di Indonesia. Fasli menyatakan, pemilihan kepala sekolah masih banyak yang diintervensi oleh bupati dan dinas setempat.
Apalagi pada waktu pilkada, pemilihan kepala sekolah pun tergantung dari sistem suka dan tidak suka akan seseorang. ”Inilah yang menyebabkan banyak kepala sekolah yang tidak kompeten,” ujarnya. Oleh karena itu, Fasli melanjutkan, evaluasi kinerja kepala sekolah akan dilakukan oleh pengawas sekolah. Jumlah pengawas saat ini mencapai 25.000 orang. Namun, peranan pengawas ini juga akan direvitalisasi.
Direktur Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Kemendiknas Surya Dharma mengatakan, pemerintah pada 2010 menargetkan penguatan kemampuan bagi 30.000 kepala sekolah dan pengawas sekolah.
"Program ini akan difasilitasi oleh 499 fasilitator besertifikat," tandasnya.
Surya menyebutkan, pelatihan yang diberikan meliputi peningkatan kompetensi kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam akuntabilitas sekolah. Pelatihan ini bekerja sama dengan British Council, National Institute of Education Singapura, dan Educational Testing Service Amerika. Sebagaimana diketahui, pemerintah terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Salah satunya peningkatan kemampuan guru dan kepala sekolah dalam pengelolaan organisasi. Apalagi, beberapa kebijakan masalah pendidikan saat ini langsung ditujukan ke sekolah sehingga kecakapan kepala sekolah menjadi penting bagi percepatan mutu pendidikan.
(Koran SI/Koran SI/ahm)