getting time...

Pemda Jatim Olah Lumpur Lapindo Jadi Batu Bata

Amir Tejo - Okezone
Selasa, 2 Februari 2010 22:01 wib
(Foto: Koran SI)
(Foto: Koran SI)

SURABAYA - Daripada terbuang percuma, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana memanfaatkan lumpur Lapindo untuk dijadikan batu bata. Sebagai tahap awal, batu bata lumpur Lapindo ini akan diuji kelayakannya.
“Uji kelayakan akan dilakukan untuk mengetahui tingkat keamanan dan kelayakan batu bata yang dihasilkan sebelum dipasarkan dan digunakan oleh masyarakat umum,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Alam dan Teknologi Balitbang Jawa Timur, Sunarto di Surabaya, Selasa (2/2/2010).
 
Kata Sunarto, batu bata yang berbahan dasar lumpur Lapindo dengan dicampur limbah batu bara di Desa Mindi ini, akan diuji dengan dua cara, yakni metode reaksi kimia dengan melakukan pembakaran batu bata pada suhu 1.000 derajat celcius dan uji efek radiasi.
 
Untuk proses reaksi kimia, kata Narto, dengan pembakaran di suhu tinggi tersebut untuk mematikan sel-sel berbahaya dari dampak limbah batu bara dan lumpur porong.
 
”Prinsipnya, proses yang terjadi pada pembakaran batu bata adalah reaksi kimia sehingga zat-zat atau sel-sel yang berbahaya bagi kesehatan dapat dimatikan. Ini beda kalau yang terjadi reaksi fisika yang cenderung berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya.
 
Sedangkan untuk uji efek radiasi, pihaknya akan membangun rumah yang terbuat dari batu bata yang dihasilkan dan memasukkan hewan ternak seperti kambing, ayam, dan tikus. Setelah beberapa bulan diternakkan di dalam rumah itu, lalu hewan akan dipotong dan dagingnya diujikan di laboratorium.
 
”Tes efek radiasi pada hewan ini dilakukan untuk mengukur tingkat bahaya radiasi pada kesehatan manusia nantinya yang bangunan rumahnya nanti menggunakan batu bata ini. Namun, keyakinan kami hasil batu bata ini cukup aman dan kemungkinan terjadinya radiasi sangat kecil,” katanya.
 
Pada awal tahun ini, pihaknya juga telah mengajukan surat pada Bapel BPLS mengenai permintaan lumpur porong sebagai bahan dasar selama produksi dilakukan. ”Pihak BPLS telah menyatakan siap membantu pemberian lumpur sebagai bahan dasar. Untuk itu, selain melakukan uji kelayakan, tahun ini produksi tetap akan dilangsungkan,” ungkapnya.
 
Menurutnya, melalui riset ini, pembuatan batu bata dari lumpur lapindo dan limbah batu bara diharapkannya dapat bermanfaat bagi masyarakat. ”Sejauh ini hasilnya cukup baik, yakni menjadi batu bata yang lebih keras, kuat, dan dan lebih ringan dari batu bata dari lumpur biasa,” tuturnya.
 
Batu bata hasil dari risetnya, sekilas tampak batu bata tidak jauh berbeda dengan batu bata biasa. Namun, secara fisik yang paling menonjol dari bentuknya adalah warna merahnya yang agak kecoklatan sedikit mengkilat. Warna kilau itu, dijelaskannya merupakan efek dari campuran limbah batu bara, sehingga tampilan luarnya lebih baik.

(ful)

  • filipe amaral » 0 Tanggapan
    saya memintahkan kepada pemerintah RI untuk memberikan perhatian terhadap lumpur lapindo yang terjadi sampai saat ini tidak ada solusinya untuk mengatasi.Trims dari Tim-Tim
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Wong Enom » 0 Tanggapan
    Akhirnyaaaaaaaaaaaaaa. . .. . Alhamdulillah. . . semoga bener" jadi sesuatu yg sangat positif buat warga daerah lapindo, juga msyarakat lain. . Amin. (Akhirnya ada juga berita yg menggembirakan) ^_^
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.