JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera meluncurkan kartu Jak-Card untuk mengintegrasikan kereta api dengan busway. Rencananya, Jak-Card akan diuji coba di empat stasiun yang bersinggungan dengan jalur busway.
Kepala Bidang Manajeman dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta M Akbar mengatakan, penerapan kartu tersebut merupakan rencana lama. Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI akan bekerja sama dengan PT Kereta Api. Jika penggunaan Jak-Card efektif, maka pembayaran melalui sistem elektronik ini akan dilakukan pada seluruh jaringan moda angkutan massal di ibu kota.
Dia menjelaskan ada empat stasiun yang akan jadi lokasi uji coba yakni, Stasiun Gambir, Stasiun Juanda, Stasiun Dukuh Atas, dan Stasiun Jakarta Kota. Ke depan, tak menutup kemungkinan pembayaran sistem ini akan berlaku di seluruh stasiun.
“Sebab nantinya seluruh rute busway hingga Koridor XV akan melintasi stasiun dan kawasan dengan tingkat mobilitas warga yang tinggi seperti pusat perbelanjaan. Kita akan bangun infastruktur busway dengan mengakomodirnya agar berdekatan dengan stasiun sehingga memudahkan akses pengguna,” kata M Akbar kepada wartawan, Selasa (2/2/2010).
Selama uji coba ini, pembayaran tidak dilakukan sekali bayar. Para pengguna masih harus merogoh kocek di setiap pusat keberangkatan angkutan. Akbar menjelaskan, pendistribusian Jak-Card dilakukan Bank DKI. Sedangkan dalam penggunaannya, kartu berupa isi ulang dengan angka nominal maksimal Rp1 juta.
Selain untuk busway dan kereta api, Jak-Card nantinya direncanakan dapat digunakan untuk berbelanja di salah satu mini market dan membayar ongkos taksi.
“Kartu ini bisa dibeli masayarakat di setiap halte busway. Dalam dua minggu ke depan kita baru akan mulai dipasarkan,” tutupnya.
(Ahmad Baidowi/Koran SI/ton)