SEMARANG - Dua aksi perampokan dengan jumlah kerugian mencapai ratusan juta rupiah terjadi di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/2/2010). Perampokan pertama terjadi di toko mebel Persada di Jalan Kedungmundu Raya 130 Semarang, pagi tadi.
Sementara aksi kedua dilakukan para perampok siang tadi di PT Tossa Sakti Kendal. Dalam aksi perampokan pertama para pelaku tidak banyak menguras harta korban, lantaran keburu kabur.
Perampok yang berjumlah empat orang menyekap pemilik rumah dan menggasak barang-barang. Kejadian berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu Rika, salah seorang karyawati, membuka pintu toko. Mendadak muncul 4 pria memaksa Rika untuk membawa ke kamar Benny Aryanto, pemilik toko.
Para perampok lalu menyekap Benny dan istrinya Supriyati, seorang nenek, anak pertama, Vera, dan 3 karyawati (Sari, Rika serta Nurul). Mereka lalu mengikat ke 7 orang itu dengan menggunakan tali sepatu. Namun diluar pengetahuan si perampok, ternyata anak bungsu Benny yang bernama Jodi Aprius Setiawan (10) lolos dari penyekapan.
Saat kejadian Jodi sembunyi di kamar mandi.
Ketika perampok pergi, Jodi membuka ikatan tali sepatu ibunya. “Saya takut jadi sembunyi di kamar mandi. Perampoknya salah seorang berkaos kuning. celana hitam dan rambutnya cepak. Wajahnya seram,” jelas Jodi.
Perampok hanya bisa menggasak HP, kartu ATM, giro dan sejumlah uang. Polisi mengatakan bahwa perampok bersenjatakan senjata api pistol, golok dan borgol. "Perampok hanya mengambil kartu ATM dan giro yang tak bisa digunakan lagi," jelas Kapolresta Semarang Selatan AKBP Nurcholis.
Sementara pada siang tadi, aksi perampokan terjadi di Jalan Suyudono. Korbannya adalah karyawan PT Tossa Sakti Kendal. Saat kejadian, Purwadi, staf bagian keuangan dan Albina Delsi baru saja mengambil uang dari Bank Danamon di Jalan Pemuda. “Saat dalam perjalanan menuju Kendal kami makan siang dulu di warung makan nasi pecel di Suyudono,” jelas Purwadi.
Menurutnya uang sebesar Rp 240 juta dimasukkan dalam kantong tas plastik hitam dan diletakkan di belakang jok bagian depan. “Tiba-tiba kami sudah mendapati pintu mobil jebol dan uangnya hilang," katanya.
Uang itu rencananya akan digunakan untuk biaya operasional kantor. Menurut beberapa saksi mata melihat ada dua orang yang membongkar paksa pintu mobil lalu kabur. Peristiwa ini masih dalam penyelidikan Polwiltabes Semarang.
(ful)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan