(ilustrasi:ist)
BANTUL - Jika di Depok seorang pria yang berprofesi debt collector memilih gantung diri karena banyak warga yang sulit ditagih untuk membayar utang, di Bantul pria memilih gantung diri karena dikejar-kejar debt collector.
Warga Dusun Jodog, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak,Kabupaten Bantul, dikejutkan dengan tewasnya salah seorang warganya yang diketahui namanya Pardiyu (50) dengan cara menggantung di pohon waru yang berada di tengah sawah.
Korban pertamakali ditemukan oleh Albertus (35) yang juga merupakan tetangganya sendiri saat akan mengairi sawah.
Menurut saksi Albertus, sekira pukul 07.00 WIB dirinya berangkat dari rumah untuk mengairi sawahnya. Saat tiba di lokasi kejadian dirinya melihat sesosok tubuh tergantung di ranting pohon waru. Setelah didekati ternyata tubuh yang tergantung adalah Pardiyu yang dalam kondisi meninggal dunia.
“Saya langsung melaporkan kepada warga yang selanjutnya diteruskan kepada petugas terdekat,” ujarnya, Rabu (3/2/2010).
Albertus yang juga merupakan tetangga korban menyatakan, korban sejak subuh telah keluar dari rumahnya dengan tujuan tak jelas. Korban juga tidak berpamitan dengan keluarga saat keluar rumah.
“Korban sejak subuh memang sudah keluar dari rumah, dan tidak pamitan kepada keluarganya, hingga saya temukan dia tewas menggantung,” katanya.
Dugaan sementara korban nekat gantung diri, menurut Albertus, karena dikejar-kejar oleh debt collector. Karena pada hari Sabtu 30 Januari lalu, korban didatangi oleh debt collector untuk managih utang. Namun karena korban tidak punya uang, televisi dibawa oleh debt collector.(Daru Waskita/Trijaya/fit)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan