BREBES - Warga tiga desa di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang dilalui Jalan Tol Kanci-Pejagan memblokir akses pintu keluar-masuk tol, tepatnya di ruas jalan Ketanggungan-Pejagan, sekira pukul 10.00 WIB, Rabu (3/2/2010).
Aksi ini merupakan puncak kekecewaan warga terhadap sikap pengembangan jalan tol yang tak kunjung merealisasikan tuntutan warga, berupa pembuatan trotoar dan bahu jalan.
Pemblokiran dilakukan dengan memasang batu berukuran besar dan kecil, maupun pot bunga di badan jalan sepanjang 2,5 kilometer, mulai pintu keluar tol hingga Simpang Tiga Tanjung yang menghubungkan kendaraan dari tol dengan jalan pantura.
Tak puas dengan pemasangan batu, warga dari tiga desa, yakni Kemurang Wetan, Kemurang Kulon, dan Pejagan, kemudian beramai-ramai merobohkan pembatas jalan yang terbuat dari beton di pintu keluar tol.
Aksi pemblokiran di pintu keluar jalan bebas hambatan selama sekira 30 menit itu, membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang. Puluhan kendaraan baik dari arah selatan (purwokerto) maupun utara (Brebes) harus berjalan merayap karena harus bergantian dengan kendaraan dari arah lain.
Anggota Forum Komunikasi Masyarakat Kemurang-Pejagan Khaerudin (37) mengatakan, aksi blokir jalan ini merupakan spontanitas warga tiga desa.
“Pihak pengembang sebelumnya sudah berjanji membuatkan trotoar dan bahu jalan, tapi sampai jalan tol ini selesai dibangun ternyata tuntutan kami tidak dipenuhi,” tegasnya.
Aksi blokir jalan ini berakhir setelah warga membubarkan diri. Namun, ratusan batu masih dibiarkanberserakan di badan jalan.(teb)
(Kastolani/Koran SI/mbs)