TULUNGAGUNG - Sukadi (51), seorang penggali batu material bangunan asal Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, tewas tertimbun longsoran batu galianya sendiri.
Saat ditemukan di lokasi Gunung Cermai tak jauh dari tempat tinggalnya, kepala korban dalam keadaan pecah dengan seluruh isinya berhamburan keluar. Katimo salah seorang saksi mengaku menyaksikan bagaimana korban tidak mampu menghindari ambrolan tebing batu yang jatuh menimpanya.
“Sementara keempat temanya selamat, karena berhasil lari dari lokasi,” ujar Katimo kepada wartawan, Rabu (3/2/2010). Sebelum musibah terjadi, korban bersama keempat rekanya menggali batu kapur keras yang rencananya hendak diolah menjadi gamping.
Seperti biasa, mereka mengumpulkan satu persatu batu dengan cara mencongkel dan menggali dengan cangkul dan sejenisnya. Mungkin karena pengaruh getaran peralatan
manual di bawahnya, tebing batu itu ambrol dan menewaskan korban.
Saat timbunan material dibongkar, Sukadi sudah tidak bernyawa, terang Katimo. Sementara menyaksikan musibah yang menimpa ayahnya, Femi (25) anak korban langsung shock. Beberapa kali, ia terkulai pingsan begitu melihat jenazah ayahnya.
Sementara berdasarkan penyelidikan petugas Kepolisian Resor Tulungagung, peristiwa yang menimpa korban murni kecelakaan. Dari olah TKP, petugas tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.
“Ini murni kecelakaan. Korban tewas karena tertimpa longsoran,” ujar petugas dari Polres Tulungagung Iptu Moh Turkan.
Dengan adanya kejadian ini, petugas menghimbau warga yang bekerja sebagai penggali material untuk berhati-hati. Sebab, melihat karakter tanah yang labil, kondisi lokasi musibah memang rawan terjadi longsoran.
(Solichan Arif/Koran SI/teb)