BOJONEGORO – Hujan disertai petir membawa korban. Hardiyanto (36), warga Desa Kendung, Kecamatan Padangan, Bojonegoro tewas setelah tubuhnya tersambar petir. Dia ditemukan tergeletak di tengah sawah yang dia garap.
Informasi di Mapolres Bojonegoro menyebutkan, seperti biasa korban berangkat ke sawah dengan menenteng zak. Rencananya, kemarin ia akan memanen terong yang ia tanam. Tapi, belum lama berlangsung, tiba-tiba hujan turun dengan deras disertai petir yang menyambar.
Korban yang merasa aman-aman saja tetap melanjutkan aktivitasnya di sawah. Tapi, nahas saat petir menyambar, tiba-tiba mengenai tanah yang persis disampingnya. Diduga, korban ikut terkena radiasi petir hingga langsung jatuh tersungkur. Petani lain yang mengetahui sempat melihat tanah di samping korban mengepulkan asap hitam.
Beberapa teman korban langsung menuju tempat korban. Saat lebih dekat, ia kaget karena melihat korban tertelungkup dan sudah tidak bernyawa lagi. “Saat ditolong, korban sudah meninggal dunia dan nyawanya tidak bisa diselamatkan lagi,” kata Parlan, saksi yang mengetahui, Rabu (3/2/2010).
Korban lalu dibawa ke rumah duka dan disambut jerit tangis pihak keluarga yang tak menyangka korban meninggal dengan cara tersambar petir. Anehnya, tubuh korban tidak menunjukkan gosong seperti habis terbakar. Warga pun menghubungi polisi lantaran khawatir.
“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Murni musibah,” kata Kabag Bina Mitra Polres Bojonegoro Kompol Suparmo.
(Nanang Fahrudin/Koran SI/teb)