BANYUMAS - Puluhan kader dari Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Banyumas, Jawa Tengah melakukan aksi protes terhadap hasil Konfercab PDIP Banyumas yang dianggap tidak adil.
Hasil konfercab yang sudah diketahui siapa pemenang dalam pemilihan Ketua DPC PDI-P Banyumas ini dianggap sejumlah kadernya sebagai kemenangan inkonstitusional. Sejumlah kader langsung melempari foto Murdoko yang menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian (PLH) DPC PDIP Banyumas, yang juga sekaligus sebagai Ketua DPD PDI-P Jawa Tengah.
Tak hanya melempari dengan telor dan tomat, para kader PDI-P juga menginjak-injak foto Murdoko. Tak puas, mereka akhirnya membakar foto ukuran besar tersebut di depan kantor DPC PDIP Banyumas yang beralamat di Jalan Adhyaksa Purwokerto.
Aksi para pendukung calon ketua DPC PDI-P Banyumas yang tidak terpilih ini adalah aksi yang kedua kalinya. Mereka meminta Murdoko bertanggung jawab penuh dengan kekisruhan di tubuh DPC PDIP Banyumas saat ini. Murdoko juga diminta mundur sebagai ketua DDP PDIP Jawa tengah karena dianggap gagal.
Sejumlah kader mengaku tidak dilibatkan dalam proses pemilihan ketua DPC PDIP Banyumas beberapa saat lalu. Kemenangan Shinta Laila yang mengalahkan calon Juli Krisdianto dianggapnya sebagai rekayasa antara beberapa pengurus DPC PDIP Banyumas dengan pengurus DPD PDIP Jawa Tengah.
“Kami selaku pengurus DPC PDIP Banyumas saja tidak dilibatkan, apalagi para pengurus ranting. Padahal keberadaan ranting sangat dipenting bagi proses pemilihan Ketua DPC PDIP Banyumas,” ujar Estiningrum, Kader PDI-P Banyumas, Kamis (4/2/2010).
Para kader bahkan mengancam akan memboikot kegiatan-kegiatan yang nantinya akan dilakukan oleh pengurus DPC PDIP Banyumas terpilih, jika aspirasi mereka tidak didengarkan. Mereka menuntut agar hasil konfercab digagalkan karena dianggap sudah tidak aspiratif.
(Saladin Ayyubi/Global/lsi)