JAKARTA - Petugas Kepolisian Polres Metro Bekasi belum meminta keterangan dari pemilik kios agen tabung gas yang meledak di Bojong, Rawa Lumbu, Bekasi Timur pada Kamis 4 Februari malam.
“Bila kondisinya sudah membaik, akan kami lakukan pemeriksaan,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Imam Sugiyanto saat ditemui di Polres Metro Bekasi, Bekasi, Jumat (5/2/2010).
Imam menambahkan, kios tempat penyimpanan tabung gas tersebut diduga tempat penyulingan gas illegal, lantaran ditemukan sejumlah barang bukti seperti selang konektor dan segel plastik baru.
“Bukti mengarah ke sana,” jelasnya.
Lebih lanjut dia menuturkan, dirinya telah memerintahkan ke semua polsek untuk melakukan razia terhadap sejumlah kios ataupun tempat penyimpanan tabung gas tanpa izin maupun mempunyai izin.
Sementara untuk kepentingan penyelidikan, kata Imam, pihaknya membawa barang bukti seperti selang konektor, segel plastik baru, 140 tabung gas 3 kilo, dan 40 tabung gas 12 kilo sebagai barang bukti.
Diberitakan sebelumnya, sebuah gudang gas elpiji milik Sukijan meledak pada Kamis 4 Februari malam. Ledakan gas itu tidak hanya menghancurkan toko dan gudang, namun juga dua unit mobil dan satu unit sepeda motor yang berada di dalam toko ikut terlempar keluar toko.
Akibat ledakan itu, lima orang terluka parah dan harus mendapatkan perawatan intensif, di Rumah Sakit Rawa Lumbu Bekasi. Kelima korban yang mengalami luka bakar yaitu Neni Rahayu, Masari, Kurnadi, Suroto, dan Sukijan.
(Tedi Suteja/Global/lsi)