getting time...

Ratusan Warga Datangi HKBP Pondok Timur Indah

Fitra Iskandar - Okezone
Minggu, 7 Februari 2010 12:22 wib

BEKASI – Sekira 200 warga mendatangi Gereja HKBP di Jalan Puyuh Raya No 14 Pondok Timur Indah Bekasi. Mereka menolak keberadaan gereja tersebut.
 
“Mereka minta kami tidak beribadah karena rumah tinggal,” kata pendeta Luspita Simanjuntak, Minggu (7/2/2010).
 
Ratusan warga itu menggelar orasi di depan Gereja pada pukul 07.00 WIB saat kebaktian sedang berlangsung. Pihak gereja mengatakan sempat menemui pengunjuk rasa.
 
“Kami datang berdialog. Tetapi mereka hanya putuskan tempat ini jangan jadi tempat ibadah,” ujar luspita.
 
Menurutnya, gereja tersebut sudah ada pada 2007 dan memiliki 300 KK jemaah. Pada akhir 2009 mereka menerima surat dari warga yang isinya menolak rumah tersebut dijadikan tempat ibadah.
 
“Sebelum ada gereja.Dulu kami kebaktian dari rumah ke rumah,” jelasnya
 
Luspita mengatakan pihak gereja bersedia pindah jika sudah memiliki tempat yang permanen. Sebenarnya ada tanah sekitar 2000 meter yang sudah dipersiapkan untuk gereja, namun sampai saat ini izin dari warga setempat belum juga dikantongi.
 
“Gerejanya satu kilometer dari gereja ini,” jelasnya, sambil menjelaskan pada 2004 pihaknya sudah berusaha membangun gereja namun dirubuhkan pihak yang menolak pembangunan gereja.
 
Untuk menyelesaikan masalah ini, menurut dia sejumlah pihak terkait tadi pagi melakukan pertemuan, namun dia belum mengetahui hasilnya. “Kapolres, camat dan lurah sudah menghadap Wali Kota tapi hasilnya kami belum tahu,” katanya.

(fit)

  • Riahman Turnip » 0 Tanggapan
    Tuhan Yesus tetap bersama gereja HKBP di NKRI,terbarkan Kasih kpd musuh,sprt Tuhan yesus mengajarkan kasih kpd musuhnya dan kpd murid''Nya.Amin
    Beri Tanggapan Laporkan
  • naga sakti » 0 Tanggapan
    Saya sebenarnya setuju aj dengan pendapat Johanes, kita sebarkan keseluruh indonesia, ternyata daerah yang minoritas kristen Gerejanya dibakar, ditutup...!!biar mereka tau apa sebenarnya yang terjadi.tapi trus terang aja yah, gua gak merasa minoritas lagi diindonesia..!!!tapi klo pulau jawa okelah kita minoritas tapi lihat pulau2 yang lain apakah kita masih bisa dibilang minoritas?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Johannes Doven » 0 Tanggapan
    Bagaimana..kalau masalah yang beginian di sebarkan ke seluruh jemaat yang ada melalui gereja, agar rumah ibadah yang tidak memiliki ijin dari masyarakat di seluruh Sumatera juga di larang. agar mereka tau bahwa rumah ibadahnya juga banyak tidak punya ijin dari masyarakat sekitar.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • cahyana » 0 Tanggapan
    wah, kalo mesjid gak perlu ijin ya...? coba liat dan periksa apakah ada ijin-nya?. jangan pilih kasih dong...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Stephanus K. Wibowo (Nanus) » 0 Tanggapan
    Kalian boleh merubuhkan gereja dimana saja, kapan saja, tapi bukan Gereja di dalam sanubariku. Sesungguhnyalah, Gereja yang sejati akan selalu kekal abadi berdiri kokoh menantang dan menaklukan semua kesombongan dan kepalsuan.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.