MUI Blitar: Ringtone Adzan Bisa Jadi Pelecehan Agama

Minggu, 7 Februari 2010 16:09 wib
Pemakai Handphone.(ilustrasi:dok SI)
Pemakai Handphone.(ilustrasi:dok SI)

BLITAR - Majelis Ulama Indonesia Blitar akan membahas penggunaan suara Adzan dan ayat suci Alquran sebagai nada dering atau ringtone hand phone (HP) di masyarakat.

MUI menilai, penggunaan Adzan dan Ayat suci Alquran yang tidak pada tempatnya itu bisa diterjemhakan sebagai bentuk pelecehan. Tidak pada tempatnya yang dimaksud di sini adalah ketika kalimat Ilahi itu berkumandang di dalam sebuah kamar mandi atau tempat maksiat.

“Kalau masih di dalam kantor atau rumah yang layak tentu tidak apa-apa. Tapi kalau di kamar mandi atau tempat maksiat tentu ini secara tidak langsung sebagai bentuk pelecahan agama,” ujar Sekretaris MUI Blitar Achmad Suudi kepada wartawan Minggu (7/2/2010).

Menurut Suudi, akan muncul pandangan negatif pada agama Islam, jika suara adzan dan ayat suci bergema di sembarang tempat yang sebenarnya tidak layak. Sementara secara prinsip, seuntai ayat yang berasal dari Alquran wajib dijaga dan dipahami maknannya.

“Jika dibiarkan kesucian ayat akan dipandang negatif. Sebab penggunaan ayat dan adzan di masyarakat sepertinya semakin marak,” terang Suudi.

Dalam rapat MUI yang berlangsung Februari 2010 ini, permasalahan tersebut akan dibahas secara serius, termasuk pada pengeluaran fatwa, apakah penggunaan ringtone adzan dan ayat suci diperbolehkan atau tidak.

“Hasil dari pembahasan ini, secara resmi akan kami laporkan ke MUI Jawa Timur,” pungkasnya.
(Solichan Arif/Koran SI/fit)

  • KARYONO » 0 Tanggapan
    Mas,pak,bu,mbak semuanya... tolong soal ini mari kita singkapi dgn nilai tauhid kita,tujuan rosulloh saw adzan ialah untuk memanggil/memberitahu orang bahwa waktu sholat telah tiba, adapun fadilahnya antara lain untuk soko guru/tiang dunia fana ini,untuk meredam bala' dll coba fikir untaian kalimat yang sempurna dalam panggilan illahi kita salah gunakan untuk memberitahu kita bahwa "pacar" sedang memanggil untuk "mungkin" kemaxiatan,apa kita tidak malu pada yang punya kita(ALLOH)..............
    Beri Tanggapan Laporkan
  • capede » 0 Tanggapan
    kenapa semua di haramkan sih, jangan karena kyai/mui terus selalu bilang haram. sedikit2 haram. menurutku kyaiku dulu gada bilang dikit2 haram sepertiitu dan itu aku jadikan panutan sampe aku mati yang gakan aku rubah2. meski kyai sekarang bilang haram aku gakan denger.karena semua weh yang dulu nbormal sekarang dibilang haram. please deh kurang kerjaan banget, kayak islam nanti jadi gaknormal gara2 kebanyakan fatwa haram. lagian fatwa di buatkarena ada pertanyaan masyarakat emangnya mui menanyakan itu ke lebih dari 55% masyarakat indonesia apa gimana. tidak buka? jangan ngada2 sih.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • yudi » 0 Tanggapan
    sebaiknya antara mui dan para kyai bisa bersikak lbh arif n bijaksana
    Beri Tanggapan Laporkan
  • musliim » 0 Tanggapan
    Suara adzan di mesjid sebelah rumah juga masuk ke kamar kecil gue, haram gak ya? Lama2 kita makin bodoh.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • nidya » 0 Tanggapan
    maaf sebelumnya,, seperti yang dibahas di atas, tolong donk jangan membuat umat islam seperti agama yamng tidak bisa di jalankan secara normal.. ringtone aja di permasalahkan... banyak hal yang masih harus di benahi di masyarakat ketimbang ringtone yang sebenarnya di peruntukkan untuk kita bisa belajar ayat2 quran... kalo ayat quran itu di rubah denagn bahas yang beda,, anda boleh teriak2.. tolong umat islam jangan mau di pecah belah oleh orang2 tertentu yang MAU MENGHANCURKAN ISLAM DI INDONESIA DAN JUGA DI DUNIA...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.