JAKARTA - Warga perumahan TNI AD di Otista III, Cipinang, Cimpedak, Jatinegara, Jakarta Timur mulai ketar ketir menghadapi pengosongan paksa oleh TNI AD.
Menurut Budi, salah seorang warga di Otista III, pengosongan itu mungkin akan dilakukan terhadap tiga rumah pada Senin 8 Februari 2010 besok.
Menghadapi pengsongan itu, warga berencana untuk melakukan aksi unjuk rasa dengan menggelar orasi dan memblokade akses masuk ke perumahan.
“Aksi akan kami mulai pukul 6 pagi besok,” kata Budi, Minggu (7/2/2010).
Sebelumnya, pada 22 Desember tahun lalu, tiga rumah lebih dulu dikosongkan secara paksa oleh pihak TNI AD. Saat pengosongan rumah yang hanya berjarak empat rumah dari kediaman Wagub DKI Prijanto, itu warga terlibat bentrok dengan ratusan aparat TNI yang diturunkan ke lokasi.
Pihak TNI beralasan pengosongan ini dilakukan sebagai langkah pemurnian rumah dinas TNI AD, pasalnya banyak rumah dinas yang sudah tidak ditempati prajurit aktif melainkan hanya para anak-anak purnawirawan.
Setelah tiga rumah yang telah berhasil dieksekusi akhir tahun lalu itu, kali ini total rumah yang akan dikosongkan berjumlah tujuh. Namun untuk hari Senin pengosongan hanya akan dilakukan terhadap tiga rumah.
Pengosongan yang dilakukan di Komplek TNI AD yang berisi 250 rumah ini ditujukan kepada rumah-rumah yang sudah tidak ditempati oleh prajurit aktif. Pengosongan ini diperkirakan akan terus berlanjut secara bertahap, karena diperkirakan 50 persen rumah dinas tidak lagi ditempati prajurit aktif karena sudah meninggal dunia dan ditempati anak-anaknya.
(fit)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan