JAKARTA - Sistem pengelolaan dan penyelenggaraan haji Indonesia mendapat pengakuan dari negara lain. Tercatat, empat negara yaitu Rusia, Iran, Nigeria, dan Thailand ingin mempelajari sistem haji Indonesia.
“Rusia secara khusus meminta dikirim beberapa pembimbing haji dari Indonesia,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Slamet Riyanto di Jakarta, Minggu (7/2/2010).
Menurut Slamet, Kementerian Agama menyatakan kesediaannya memberikan informasi yang dibutuhkan negara lain tentang sistem penyelenggaraan haji Indonesia. Pihaknya juga sanggup mengirimkan sejumlah pembimbing haji untuk melatih bimbingan haji di Rusia dan Kazakstan.
Sekretaris Ditjen Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Ghofur Jawahir menambahkan, ketertarikan negara lain untuk mempelajari sistem penyelenggaraan haji Indonesia itu membuktikan bahwa sistem yang dijalankan Indonesia sudah bagus. Sistem kloter yang diterapkan diakui efektif.
“Di dalam kloter, selain ada pembimbing ibadah haji, juga terdapat dokter dan perawat untuk melayani kesehatan calon jamaah haji. Bahkan, di dalam kloter itu masih ada regu-regu untuk memudahkan koordinasi,” katanya.
Anggota Komisi VIII DPR, Muhamad Arwani Thomafi mengakui adanya perbaikan yang dilakukan pemerintah soal penyelenggaraan haji 2009.
Tapi, masih ada hal yang perlu dioptimalkan. Berdasarkan temuan pengawasan Komisi VIII kekurangan yang perlu diperbaiki seperti masalah pemondokan dan transportasi. Persoalan pemondokan ini diakui Slamet Riyanto. Persoalan pemondokan ini akan menjadi perhatian penting baginya dalam penyelenggaraan haji tahun depan.
“Jika ini (pemondokan di Mekkah dan Madinah) bisa diselesaikan lebih awal, tentu persoalan besar sudah dapat diatasi bagi penyelenggaraan ibadah haji,” kata Slamet.
Pada penyelenggaraan haji 2009, letak pemondokan di Mekkah dengan Masjidilharam paling jauh 7 km. Adapun untuk musim haji 2010 mendatang Kementerian Agama menargetkan paling jauh 4 km.Meski demikian,hal ini bukan persoalan mudah mengingat haji berkaitan dengan kebijakan Arab Saudi.
Sementara itu, mengenai biaya penyelenggaraan ibadah haji untuk tahun 2010, menurut Abdul Ghofur Jawahir, akan segera dibahas pemerintah dan DPR. Nantinya akan dibentuk panitia kerja untuk menentukan besaran biaya.
“Saya tidak bisa mengira-ngira,” katanya. Sebelumnya Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan, terhitung tahun 2010 jumlah dana setoran awal jamaah naik dari semula sebesar Rp20 juta menjadi Rp25 juta.
Demikian pula untuk haji khusus, dari semula setoran awalnya USD3.000 naik menjadi USD4.000.Bagi jamaah yang sudah menyetor dengan setoran awal Rp20 juta, tidak perlu menambah lagi. Ketentuan baru itu berlaku untuk calon jamaah haji tahun 2010.
(Koran SI/Koran SI/ded)