tragedi sukhoi

SBY: Kritik Berlebih Bisa Memperparah Penyakit

Insaf Albert Tarigan - Okezone
Senin, 8 Februari 2010 12:23 wib
Presiden SBY (Foto: daylife)
Presiden SBY (Foto: daylife)

JAKARTA - Di sejumlah kesempatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berulang kali menjawab berbagai kritik dari masyarakat terhadap dirinya pribadi maupun pemerintahannya. Hal itu terulang saat Presiden membuka Rapim Polri di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Nomor 1, Jakarta Selatan, Senin (8/2/2010).

Dari sudut pandangnya sebagai orang nomor satu di Indonesia, SBY menganggap kritik sebagai obat. Karena itu, obat seharusnya diberikan untuk menyembuhkan penyakit sesusai dosis.

"Tapi kalau obat keliru, dosis tak tepat, malah menambah penyakit," katanya di hadapan para perwira tinggi Polri.

Presiden juga menekankan bahwa dalam menghadapi berbagai kritik dan hujatan, jajaran kepolisian harus bersifat jernih, rasional, tenang, dan tidak emosional. Kepolisian juga harus melakukan evaluasi, termasuk introspeksi untuk mencari kekurangan-kekurangan saat mengemban tugas.

"Kalau memang ada, tentu perlu diperbaiki sebagaimana komponen bangsa yang harus juga melakukan evaluasi dan introspeksi," imbuhnya.

Di hadapan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Presiden telha menumpahkan keluh kesahnya terkait aksi para demonstran yang dinilai keterlaluan. Presiden terusik karena diidentikkan dengan seekor kerbau.

Sementara ada juga pandangan beberapa kalangan yang menyebutkan bahwa seharusnya Presiden tak perlu tersinggung karena perumpamaan kerbau tidak selalu berarti buruk.

 

(lam)

  • Fauzi » 0 Tanggapan
    orang munafik ciri-cirinya pandai berkelit...dan selalu ada saja yang dijadikan sebagai alasan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Apep » 0 Tanggapan
    santai saja pa SBY, lebih dari 50% rakyat memilih anda..sisanya yang tidak memilih anda adalah orang yang berusaha untuk menjatuhkan anda...maka dari itu terus berjuang untuk memakmurkan rakyat..LANJUTKAN...I Love U Full pa SBY
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Djoko » 0 Tanggapan
    Korupsi Besar-besaran juga sudah pasti membunuh bangsa.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.