getting time...

RTRW Kurang Diminati Publik

Selasa, 9 Februari 2010 01:02 wib

JAKARTA – Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI Jakarta ternyata tak terlalu diminati publik. Hal itu terlihat dari minimnya respons publik terhadap draft RTRW.  
 
Sekretaris Badan Pembangunan Daerah (Bapeda) DKI Jakarta Priyadi Priyahutama mengatakan, masukan dari publik terhadap penyempurnaan draft RTRW tak seperti diharapkan. Selain minim, masukan berupa saran dan kritikan yang dikirim kurang komprehensif.
 
“Kita tunggu-tunggu masukan dari publik ternyata tak terlalu banyak. Kalaupun ada masukan, masih bersifat parsial,” kata Priyadi, Senin (8/2/2010).
 
Pihaknya berharap publik lebih peduli terhadap draft RTRW yang sebentar lagi akan dibahas bersama DPRD DKI. Priyadi juga ingin masukan yang disampaikan lebih terstruktur sehingga mudah dipahami.
 
“Pembahasan RTRW ini memang melibatkan publik. Jangan sampai nanti ketika Perda disahkan, publik merasa tidak dilibatkan. Padahal kita sudah buka ruang seluas-luasnya,” tuturnya.
 
Mengenai pembahasan RTRW, Priyadi mengaku sudah mengonsolidasikan kepada para stakeholder yakni Dinas-Dinas di lingkungan DKI. Menurut dia, di negara-negara maju ada target terukur pembahasan RTRW.
 
“Di negara-negara maju misalnya ditarget dua minggu harus selesai, tapi kalau di sini perlu pendekatan lain,” pungkasnya.
 
Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang RTRW periode 2010-2030 sudah diserahkan ke DPRD DKI untuk dibahas. Setelah Perda RTRW ditetapkan, Pemprov harus menyusun Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di tingkat Kecamatan dalam waktu satu tahun. Perda RDTR tingkat kecamatan akan menjadi aturan bagi penerbitan izin pembangunan di kota Jakarta.

(Ahmad Baidowi/Koran SI/teb)

  • a nurul hadi » 0 Tanggapan
    gimana masyarakat mau merespon rtrw dki jakarta, kalau masyarakat tidak dapat merubah kebijakan yang telah direncanakan pemerintah daerah
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rizki » 0 Tanggapan
    Bahwasanya RTRW itu bisa dikasi masukan publik, ngga banyak yang tau. jadi pertama sosialisasi kurang. Ini taunya aja dari berita ini. Kedua, tentang masukan yg diterima parsial...bukan menyeluruh. wajar donk, rakyat khan tahunya sebagian. untung mengurus RTRW saja ada instansi besar yg handle. kalo harapkan ada 1 orang rakyat jelata, yg kerjanya sehari2 bukan ngurus RTRW, diharapkan memberi masukan menyeluruh. itu ngga wajar. jangan sampe alasan2 semacam ini dipakai utk justifikasi "karena publik kurang 'berminat', maka ya sudah kami tetapkan semau kami" ....tetap harus dipikirkan dalam koridor kemaslahatan publik. dan kalo serius minta masukan, umumkan donk di radio ato koran. ato bikin stan di mall...Ditjen Pajak aja sempat bikin stand di mall dan banyak yg berkunjung. thanks
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.